Nadiem Makarim Jadi Menteri Termuda di Kabinet Indonesia Maju

Kompas.com - 23/10/2019, 11:25 WIB
Salah satu pendiri yang juga CEO goJek Nadiem Makarim melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut rencana Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan keduanya bersama Wapres Maruf Amin periode tahun 2019-2024. ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO ASalah satu pendiri yang juga CEO goJek Nadiem Makarim melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut rencana Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya hari ini usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan keduanya bersama Wapres Maruf Amin periode tahun 2019-2024.

KOMPAS.com - Nadiem Anwar Makarim resmi dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (23/10/2019).

Pendiri startup ride hailing Gojek tersebut masuk ke dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju dengan masa bakti 2019-2024.

Jokowi memang menarik beberapa tokoh muda di kabinet barunya. Nadiem yang masih berusia 35 tahun ini menjadi menteri termuda di antara mereka semua. Presiden pun merasa perlu menyesuaikan penggilan ke Nadiem saat memperkenalkannya ke publik.

Baca juga: Nadiem Makarim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Indonesia Maju

"Saya manggilnya mas aja karena masih muda, Mas Nadiem Anwar Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan," kata Jokowi yang disambut tawa dan tepuk tangan sejumlah menteri lain.

Selain Nadiem, tokoh mudah yang ditarik Jokowi adalah Erick Thohir (49) yang menjabat sebagai Menteri BUMN, Wishnutama (43) sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Bahlil Lahadalia (43) Kepala Badan Koordinasid Penanaman Modal (BKPM).

Nadiem lahir di Singapura pada 4 April 1984. Ia pernah menempuh pendidikan strata satu di Brown University dan melanjutkan S2 di Harvard University.

Setelah mengenyam pendidikan di Negeri Paman Sam bertahun-tahun, Nadiem kembali ke Indonesia dan mulai membuat startup Gojek pada tahun 2010.

Baca juga: Profil Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, Lulusan Harvard yang Dirikan Gojek

Sembilan tahun berdiri, GoJek yang kini berada di bawah naungan PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa menjelma menjadi startup decacorn pertama di Indonesia dengan nilai valuasi lebih dari 10 miliar dollar AS.

Namun, karena menerima tawaran menjadi menteri, Nadiem harus melepas jabatannya sebagai orang nomor satu di GoJek.

"Saya sepenuhnya mundur dari GoJek, tidak lagi membuat keputusan strategis agar fokus menjalankan jabatan," ujar Nadiem ketika menemui wartawan di Istana Negara, Senin (21/10/2019).

Baca juga: Bagaimana Nasib GoJek Setelah Ditinggal Nadiem Makarim?

Posisi Nadiem di GoJek digantikan oleh rekannya, Andre Soelistyo, Presiden Gojek Grup dan Kevin Aluwi, Co-Founder Gojek.

Keduanya menjabat sebagai co-CEO Gojek. Kini, dengan amanah baru sebagai Mendikbud, Nadiem sendiri kini ditugasi untuk meningatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Kita akan membuat terobosan yang signifikan dalam pengembangan SDM yang menyiapkan SDM siap kerja, siap usaha yang link and match antara pendidikan dan industri ada di wilayah Mas Nadiem," ucap Jokowi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X