Resmi Jadi Mendikbud, Ini "PR" yang Menunggu Nadiem Makarim

Kompas.com - 23/10/2019, 16:31 WIB
Nadiem Makarim, Co-Founder GoJek Indonesia. GoJek IndonesiaNadiem Makarim, Co-Founder GoJek Indonesia.
Penulis Bill Clinten
|
Editor Oik Yusuf

JAKARTA, KOMPAS.com - Nadiem Makarim resmi menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Kabinet Indonesia Maju.

Pendiri layanan ride-hailing GoJek tersebut dikenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (23/10/2019), bersama dengan jajaran menteri di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Sebagai Mendikbud yang baru, Nadiem mengaku bakal menghadapi tugas berat untuk memajukan Sumber Daya Manusia Indonesia lewat pendidikan.

Baca juga: Profil Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, Lulusan Harvard yang Dirikan Gojek

Apalagi dia juga akan mengepalai urusan pendidikan tinggi (Dikti) yang kini bernaung kembali di bawah Kemendikbud, setelah sebelumnya sempat berdiri terpisah.

"Di bawah saya bukan hanya Kemendikbud tradisional saja, tapi juga Dikti. Tapi itu bagus karena semuanya nanti bisa berjalan terpadu," ujar Nadiem kepada wartawan saat ditemui usai pengumuman kabinet di Istana Negara.

Salah satu "PR" alias pekerjaan rumah yang menunggu Nadiem di Kemendikbud adalah persoalan peningkatan SDM dalam menyongsong era Revolusi Industri 4.0.

Pembangunan SDM sangat diperlukan agar Indonesia mampu bersaing dengan negara lain, terutama dalam memenuhi kebutuhan SDM di era disrupsi teknologi.

Nadiem sendiri mengatakan alasan pemilihan dirinya sebagai Mendikbud -kendati bukan berasal dari dunia pendidikan- terkait dengan tantangan di waktu mendatang tersebut Sebab, selama ini ia berkutat dengan teknologi dan antisipasi masa depan 

Baca juga: Cerita Awal Mula Mendikbud Nadiem Makarim Mendirikan GoJek

"Kebutuhan SDM di masa depan akan berubah dan berbeda. Inilah link and match yang dimaksud Presiden. Saya akan mencoba menyambungkan institusi pendidikan dengan apa yang dibutuhkan di luar," katanya.

Nadiem menggarisbawahi sistem pendidikan Indonesia yang disebutnya terbesar keempat di dunia. Teknologi, menurut dia, bakal memegang peranan penting dalam menghubungkan sekolah dan peserta didik di Indonesia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X