Nadiem Makarim, Nasib GoJek, dan Masa Depan Pendidikan Indonesia

Kompas.com - 23/10/2019, 20:17 WIB
CEO Go-Jek, Nadiem Makarim. Oik Yusuf/KOMPAS.comCEO Go-Jek, Nadiem Makarim.
|
Editor Oik Yusuf

Meninggalkan anak sendiri

Dengan menjabat sebagai Mendikbud, Nadiem turut menerima konsekuensi harus meninggalkan GoJek agar bisa fokus menjalankan tugas baru yang diembannnya.

Dia mengatakan kepergiannya dilakukan dengan berat hati. GoJek adalah usaha startup yang dirintisnya sejak 2011 dan kini telah meraksasa dengan nilai valuasi melebihi 10 miliar dollar AS (decacorn).

Baca juga: Pernyataan Resmi Duo CEO Baru GoJek Pasca-mundurnya Nadiem Makarim

GoJek, kata Nadiem, sudah seperti anaknya sendiri, sementara para driver dan kolega di sana tak ubahnya keluarga.

Bagaimana nasib GoJek setelah ditinggal Nadiem? Perusahaan ride hailing ini menyatakan bangga dengan pendirinya yang masuk jajaran kabinet. Posisi Nadiem di GoJek bakal digantikan oleh Presiden GoJek Andre Soelistyo dan co-founder Kevin Aluwi sebagai co-CEO.

Sejumlah pengamat startup dan investor menyatakan tetap optimis dengan GoJek setelah ditinggal Nadiem dan juga pengaruh yang bakal dibawa sang founder itu di pemerintahan.

"Nadiem pernah cerita, dia akan selalu merekrut orang yang bisa melakukan satu hal lebih baik dari dirinya. Artinya siapapun tim yang ditinggalkan Nadiem di GoJek sudah barang tentu adalah orang-orang yang 'lebih baik' tadi," ujar pengamat startup Wicak Hidayat.

Winston Cheng, mantan presiden internasional JD.com yang juga pernah menjabat sebagai anggota dewan direksi GoJek pada 2018, turut menyambut baik masuknya Nadiem ke pemerintahan Indonesia.

Baca juga: Bagaimana Nasib GoJek Setelah Ditinggal Nadiem Makarim?

Dihimpun KompasTekno dari Reuters, Rabu (23/10/2019), Cheng berpendapat Nadiem bisa membantu mengatasi kendala yang dihadapi entrepreneur teknologi di Tanah Air dalam hal regulasi, infrastruktur, dan kekurangan tenaga ahli di bidang Teknologi Informasi.

"Memiliki pemimpin seperti Nadiem di dalam teknologi dan pendidikan yang berperan di pemerintahan akan menjembatani gap antara kebijakan publik dan industri, untuk mengakselerasi pengembangan industri teknologi di Indonesia, jelas Cheng.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X