Sosok 5 Pemuda Pejuang Teknologi dari Indonesia

Kompas.com - 28/10/2019, 20:01 WIB
CEO Go-Jek Nadiem Makarim dalam acara peresmian ekspansi  Go-Jek ke Hanoi, ibukota Vietnam, lewat brand Go-Viet pada Rabu (12/9/2018). Oik Yusuf/KOMPAS.comCEO Go-Jek Nadiem Makarim dalam acara peresmian ekspansi Go-Jek ke Hanoi, ibukota Vietnam, lewat brand Go-Viet pada Rabu (12/9/2018).

KOMPAS.com - Hari ini, Senin (28/10/2019) pagi tagar #SumpahPemuda2019 menjadi trending topic di Twitter. Di era digital saat ini, menggaungkan semangat Sumpah Pemuda tentu lebih mudah ketimbang saat pertama dikumandangkan.

Kondisi masa kini dan kala itu, pada 28 Oktober 1928 silam, jelas jauh berbeda. Kendati demikian, tidak salah rasanya menyebut semangat pemuda Indonesia saat ini masih sama dengan sembilan puluh satu tahun lalu, meski dengan cara yang berbeda.

Perkembangan teknologi yang kian hari semakin pesat, menjadi salah satu "senjata" pemuda Indonesia sekarang. Mereka memanfaatkan teknologi untuk mengahadirkan inovasi di era disrupsi.

Misalnya saja yang dilakukan oleh kelima pemuda berikut. Mereka sukses berkecimpung di dunia digital dengan mendirikan perusahaan rintisan digital. Ada juga yang berinisiatif mengawal proses demokrasi di Indonesia secara urun daya di internet.

Siapa saja mereka? Simak selengkapnya di bawah ini.

1. Nadiem Makarim, pendiri GoJek

Nadiem Makarim, Co-Founder GoJek Indonesia.GoJek Indonesia Nadiem Makarim, Co-Founder GoJek Indonesia.

Meski lahir di Singapura dan bertahun-tahun mengenyam pendidikan di Amerika Serikat, Nadiem tidak melupakan tanah kelahirannya.

Putra pengacara Nono Anwar Makarim ini bertekad merintis bisnisnya di Indonesia meski latar belakang keluarganya bukanlah pengusaha.

Baca juga: Cerita Awal Mula Mendikbud Nadiem Makarim Mendirikan GoJek

Lulus dari jurusan master bisnis Harvard University sempat mencoba berkarir di perusahaan konsultan McKinsey sebelum mendirikan Zalora Indonesia. Di Zalora, Nadiem yang menjabat sebagai Managing Director belajar banyak hal dan bertekad mendirikan startup sendiri.

Tahun 2010 saat masih bekerja di Zalora, ia mendirikan GoJek. Tahun 2013, ia keluar dari Zalora Indonesia dan pindah ke Kartuku, startup yang fokus di bidang pembayaran cashless.

Lepas dari Kartuku tahun 2014, ia fokus mengembangkan GoJek hingga bisa menjadi salah satu startup terbesar di Indonesia. GoJek tak sekadar menjadi unicorn, ia juga menjadi startup decacorn pertama Indonesia dengan valuasi lebih dari 10 miliar dollar AS.

GoJek juga memperluas ekspansi bisnisnya di luar Indonesia. Kini, layanan Gojek juga ditemui di Singapura, Vietnam, dan Thailand.

Baca juga: Media Internasional Komentari Pengangkatan Nadiem sebagai Mendikbud

Kesuksesan Nadiem mengembangkan GoJek membuat namanya semakin moncer, termasuk di kalangan pemerintah. Kini Nadiem menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Indonesia Maju.

2. William Tanuwijaya, pendiri dan CEO Tokopedia

 Co-Founder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya saat mempresentasikan capaian Tokopedia selama 10 tahun dan dampaknya terhadap perekonomian di Indonesia.Tokopedia Co-Founder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya saat mempresentasikan capaian Tokopedia selama 10 tahun dan dampaknya terhadap perekonomian di Indonesia.

Perjuangan pemuda asal Pematang Siantar ini tidak mulus. Saat kuliah di Universitas Bina Nusantara jurusan Teknik Informatika, William (37) harus banting tulang untuk menambah uang kuliah. Sebab, masa itu sang Ayah sedang jatuh sakit.

Ia pun bekerja sebagai penjaga warnet dengan durasi kerja 12 jam per hari. Setelah lulus kuliah tahun 2003, William sempat bercita-cita bekerja di Google meski akhirnya harus pupus.

Ia akhirnya bekerja sebagai pengembang game di Bolehnet, menjadi IT & Business Development Manager di Indocom Mediatama dan pernah berkarir di TelkomSigma serta Sqiva Sistem.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X