Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Twitter Rilis Fitur Topik agar Pengguna Tetap "Update"

Kompas.com - 07/11/2019, 09:40 WIB
Wahyunanda Kusuma Pertiwi,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

Sumber The Verge

KOMPAS.com - Twitter merilis fitur baru bernama "Topik". Fitur ini sebelumnya telah diuji coba pada Agustus lalu di Twitter versi Android. Akhirnya, Twitter merilis fitur ini secara global mulai 13 November mendatang.

Fitur Topik ini kurang lebih mirip dengan fitur "Tweet Content" di TweetDeck, di mana pengguna bisa mengkategorikan twit sesuai topik yang diingkan.

Nantinya akan muncul tweet terkait topik tersebut dari akun-akun Twitter yang membicarakanya, baik yang diikuti pengguna maupun tidak.

Dengan demikian, kecil kemungkinan pengguna melewatkan tweet untuk topik tersebut. Twitter menyebut pengguna bisa megikuti lebih 300 topik. Ada beragam topik yang bisa dipilih, termasuk olahraga, hiburan, gaming, dan sebagainya.

Baca juga: Kominfo Siapkan Regulasi untuk Denda Facebook dan Twitter

Mengikuti topik pun semudah mengikuti akun orang lain. Twitter mengatakan, fitur Topik bisa membuat platform mereka menjadi lebih mudah dijangkau bagi pengguna baru dan pengguna yang jarang menggunakan Twitter.

Fitur ini juga diharapkan bisa membuat pengguna yang sudah ada lebih mudah dalam membuat percakapan baru melalui kesamaan topik.

"Kami tahu, bahwa alasan utama orang-orang datang ke Twitter adalah untuk mendapatkan hal-hal yang mereka anggap menarik," jelas Rob Bishop, kepala tim fitur Topik Twitter, dirangkum KompasTekno dari The Verge, Kamis (7/11/2019).

Fitur Topik di TwitterThe Verge Fitur Topik di Twitter

Bishop mengatakan, menemukan hal-hal yang dianggap menarik dan relevan oleh pengguna makin sulit tiap hari. Untuk menghadirkan fitur ini, Twitter mengembangkan machine learning yang ditunjang dengan tim editorial.

Mesin tersebut awalnya akan memindai kata kunci sesuai topik yang dipilih pengguna. Misalnya topik tentang hiburan, machine learning akan memindai kata yang berkaitan seperti film, musik, dan sebagainya.

Baca juga: Efektifkah Tagar Membuat Postingan Twitter Viral?

Kemudian, Twitter akan menelusuri tweet yang memuat kata kunci tersebut, utamanya yang diposting oleh akun yang memang kerap mengicaukan topik yang dimaksud. Biasanya berasal dari akun resmi yang relevan atau akun tertentu yang memang konsen di topik tersebut.

Hal ini dimaksudkan agar tweet yang ditampilkan dalam topik lebih kredibel. Lalu, Twitter akan melihat engagement, seberapa banyak like, reply dan retweet yang didapat dari twit tersebut.

Semakin tinggi engagement yang didapat maka akan semakin berpeluang masuk Topik.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber The Verge

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com