Cara Huawei agar Konsumen Mate 30 Pro Tidak "Beli Kucing dalam Karung"

Kompas.com - 14/11/2019, 20:03 WIB
Modul bundar di punggung memuat kamera  wide 40 MP (f/1.6, 27mm, OIS) Super Sensing, kamera ultra wide Cine 40 MP (f/1.8, 18mm) SuperSensing  camera, kamera telephoto 8 MP (f/2.4, 80mm, OIS) dengan 3x optical zoom, dan kamera 3D ToF. KOMPAS.com/ OIK YUSUFModul bundar di punggung memuat kamera wide 40 MP (f/1.6, 27mm, OIS) Super Sensing, kamera ultra wide Cine 40 MP (f/1.8, 18mm) SuperSensing camera, kamera telephoto 8 MP (f/2.4, 80mm, OIS) dengan 3x optical zoom, dan kamera 3D ToF.

JAKARTA, KOMPAS.com - Huawei akhirnya resmi Mate 30 Pro di Indonesia. Ini adalah ponsel pertama dari pabrikan tersebut yang datang tanpa dibekali layanan Google Mobile Services (GMS), sebagai imbas perang dagang antara China dan AS. 

Walhasil, beberapa aplikasi populer Google seperti YouTube, Gmail, dan Chrome absen dari Mate 30 Pro. Hal tersebut merupakan tantangan besar dalam memasarkan Mate 30 Pro di Indonesia. 

Baca juga: Huawei Mate 30 Pro Resmi di Indonesia, Harga Rp 12,5 Juta

Pihak Huawei Indonesia sendiri terus terang mengakui soal kekurangan Mate 30 Pro itu. Mereka merancang strategi supaya calon pembelinya tahu betul seperti apa perangkat yang akan didapat. 

Awalnya Huawei menjajaki seberapa besar antusiasme konsumen untuk Mate 30 Pro dengan menggelar registration of interest (ROI) pada 2-14 November 2019. Sebanyak 6.500 orang yang mendaftar program ini berkesempatan melakukan pre-order Mate 30 Pro lebih awal.

"Waktu pre-order,kami mengadakan semacam brief (penjelasan) kepada konsumen yang mau membeli," ujar Deputy Country Director Huawei CBG Indonesia Lo Khing Seng saat ditemui usai acara peluncuran Mate 30 Pro di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Lo Khing Seng, Deputy Country Director Huawei CBG IndonesiaKOMPAS.com/ WAHYUNANDA KUSUMA PERTIWI Lo Khing Seng, Deputy Country Director Huawei CBG Indonesia
"Jadi kami tidak ingin konsumen itu membeli kucing dalam karung, kami mau jujur apa adanya dengan kondisi Huawei seperti ini," lanjut dia.

Di Indonesia, lini ponsel Mate 30 hadir dalam satu model saja, yakni Mate 30 Pro. Tak ada Mate 30 reguler, Mate 30 RS Porsche Design, maupun Mate 30 versi 5G.

Khing Seng menjelaskan pihaknya ingin melihat lebih dulu respon konsumen terhadap seri Mate 30, terutama menyangkut ekosistem Huawei Mobile Services, yakni aneka layanan Huawei yang disiapkan sebagai pengganti services Google. 

Baca juga: Jurus Huawei Bertahan Tanpa Google

Pemasaran Mate 30 Pro pun dibatasi melalui kanal luring (offline) saja. Saat ini, Mate 30 Pro akan tersedia di retail Erajaya dan Huawei Experience Store di seluruh Indonesia. Penjualan perdana akan dimulai pada tanggal 30 November.

"Channel yang kami pilih saat ini harus bisa memberikan penjelasan khusus ke konsumen (tentang kondisi Mate 30 Pro)," jelasnya.

Khing Seng juga tidak mematok target terlalu tinggi untuk penjualan Mate 30 Pro. Ia memaklumi pemblokiran akses Google menjadi tantangan tersendiri untuk pemasaran Mate 30 Pro.

"Harapannya (penjualan Mate 30 Pro) tak jauh-jauh dari Mate 20. Saat kondisi seperti ini kami mencoba semaksimal mungkin agar experience konsumen bisa berjalan walau belum 100 persen maksimal," tutupnya. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X