Kisah Hidup Huawei, Bermula dari Apartemen Sempit dan Modal Pas-pasan

Kompas.com - 19/11/2019, 09:10 WIB
Booth Huawei di MWC 2019. KOMPAS.com/Gito Yudha PratomoBooth Huawei di MWC 2019.

KOMPAS.com - Nama Huawei belakangan banyak menjadi buah bibir di ranah teknologi. Raksasa China ini merupakan raksasa teknologi pembuat aneka gadget dan produk telekomunikasi yang membuat khawatir Amerika Serikat.

Kesuksesan Huawei tak langsung datang begitu saja. Didirikan di sebuah apartmen kecil di Shenzen pada tahun 1987 oleh Ren Zhengfei, mantan teknisi militer China yang kemudian mendirikan Huawei di usianya yang ke-44.

Ia menceritakan sahanya mendirikan Huawei dari nol hingga menjadi sebesar saat ini dalam sebuah video berseri yang ditayanngkan oleh BBC. Dalam tayangan perdananya, Ren mengaku bahwa modal awal mendirikan Huawei adalah 21.000 yuan kala itu.

Baca juga: Janji Huawei untuk Menarik Pengembang ke Toko Aplikasinya

Jika dikonversi ke dalam rupiah hari ini, nilainya sekitar Rp 42 jutaan, terbilang pas-pasan untuk membangun sebuah bisnis teknologi. Kala itu, Huawei belum mendapat sepeserpun pendanaan dari pemerintah. Ren pun akhirnya mengambil modal dari beberapa orang.

"Tapi akhirnya, mereka menarik pendanaan," kisah Ren.

Buat produk karena ditinggal

Pada mulanya, Huawei adalah reseller saklar yang dipasok dari sebuah perusahaan yang berbasis di Hong Kong. Namun, saat bisnis Huawei mulai stabil, pemasok tersebut malah meninggalkan Huawei.

"Hal ini memaksa kami untuk membangun produk komunikasi kami sendiri tahun 1990," kata Ren yang mengaku tidak punya pilihan lain ketika itu.

Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika Huawei gagal. Satu dekade awal merupakan masa-masa yang sulit bagi Huawei untuk membangun bisnis.

Lyu Ke, yang kini menjabat sebagai Corporate Advisory Committee dan turut menjadi saksi perjalanan Huawei, menceritakan bagaimana mereka bekerja siang dan malam demi mengembangkan bisnis Huawei.

Baca juga: Gara-gara Salah Sebut, Penjualan Huawei P30 Diblokir di Taiwan

"Hampir satu bulan, kami tidak meninggalkan gedung apartemen tersebut," tutur Lyu dalam video yang sama.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X