Samsung Sebut Masih Peringkat Satu di Pasar Smartphone Indonesia

Kompas.com - 21/11/2019, 10:04 WIB
Logo Galaxy Note 10 Plus dalam penjualan peradana di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (23/8/2019). KOMPAS.com/ BILL CLINTENLogo Galaxy Note 10 Plus dalam penjualan peradana di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

KOMPAS.com - Pada kuartal III-2019 (Q3 2019) ini, lembaga riset pasar IDC menyebut duo vendor smartphone asal China, Oppo dan Vivo, menggeser posisi Samsung, yang pada kuartal sebelumnya berada di peringkat pertama.

Namun hasil yang berbeda ditunjukkan oleh firma riset GfK, yang menyebut Samsung masih menjadi vendor smartphone peringkat pertama di Indonesia.

Perbedaan hasil tersebut bisa jadi disebabkan oleh metode penelitian yang berbeda.

Dalam penelitiannya, IDC menghitung jumlah shipment (pengiriman) yang berarti adalah jumlah unit ponsel yang dikirim dari vendor (perusahaan) kepada distributor.

Sementara riset GfK tidak menghitung jumlah pengiriman, melainkan menghitung jumlah smartphone yang terjual dari distributor kepada konsumen.

Baca juga: Ponsel Samsung Jadi yang Terlaris di Gerai Erajaya

Artinya, riset yang dilakukan GfK dapat merepresentasikan, berapa banyak jumlah ponsel suatu vendor yang dimiliki konsumen pada kuartal tersebut.

Dari data yang diterima KompasTekno dari pihak Samsung Indonesia, Kamis (21/11/2019), hasil riset GfK menunjukkan bahwa dari seluruh ponsel yang dibeli oleh konsumen selama Q3 2019, 42 persen di antaranya adalah ponsel Samsung.

Menurut Bernard Ang, IM Business Vice President Samsung Electronics Indonesia, ada hampir setengah pengguna ponsel di Indonesia yang masih menaruh kepercayaan tinggi pada merek Samsung.

"Samsung masih diposisikan sebagai smartphone nomor satu di Indonesia sebesar 42 persen unit, berdasarkan laporan GfK di kuartal ketiga 2019. Ini yang menunjukkan bahwa setengah dari konsumen Indonesia masih memiliki apresiasi dan kepercayaan yang tinggi terhadap inovasi kami yang berarti," ungkap Bernard kepada KompasTekno.

Baca juga: Pasar Smartphone Mulai Bergairah, Samsung Rajai 5 Besar

Ia pun menegaskan bahwa Samsung lebih mempercayai riset pasar yang mewakili data dari distributor. Sebab menurutnya, data tersebut dapat mewakili pasar nyata dan tren pembelian konsumen.

Samsung mengklaim selisih pangsa pasar mereka dengan vendor smartphone yang berada di peringkat dua dan tiga terpaut cukup jauh. Kendati demikian, Samsung enggan menyebut nama vendor ponsel yang menduduki peringkat kedua dan ketiga berikut pangsa pasarnya.

Baca juga: IDC: Oppo Peringkat Pertama Pasar Smartphone Indonesia Kuartal III 2019

Diperkuat distributor ponsel

Dalam kesempatan yang berbeda, pihak distributor resmi Erafone juga mengungkapkan hal yang senada.

Menurut Marketing Director Erajaya, Djatmiko Wardoyo, smartphone Samsung masih menjadi yang paling banyak diminati Konsumen.

"Bahkan, penjualan Samsung selama kuartal 3 adalah yang tertinggi di tahun ini," kata Djatmiko.

Selain inovasi baru Samsung seperti fitur super steady, NFC, dan baterai yang tahan lama, Djatmiko mengatakan layanan purna jual Samsung yang luas, mudah diakses, dan cepat juga menjadi kunci dari kekuatan Samsung

Baca juga: Alasan di Balik Tumbangnya Samsung oleh Oppo dan Vivo di Indonesia

Sebelumnya, firma riset IDC mengungkapkan bahwa Samsung disalip oleh duo vendor smartphone asal China, pada kuartal III-2019.

Menurut Marketing Analyst IDC, Risky Febrian, hal tersebut disebabkan karena peluncuran seri Galaxy As (Galaxy A10s hingga A50s) yang dinilai terlalu cepat, sehingga stok Galaxy A yang membanjiri pasar masih cukup banyak tersedia.

Stok yang masih banyak di distributor itu menyebabkan Samsung menahan pengiriman pada kuartal ketiga tahun ini, sehingga angkanya lebih kecil dibanding dua smartphone China.

Baca juga: VIK Pasar Mewah Ponsel Murah, Memahami Pasar Smartphone Indonesia



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X