Momen Dramatis Jembatan Lengkung Kuningan Tersambung, Direkam dalam Video "Timelapse"

Kompas.com - 27/11/2019, 10:38 WIB
Konstruksi Jembatan Lengkung Bentang Panjang ruas Kuningan pada proyek LRT Dok. Biro komunikasi publik kementerian PUPRKonstruksi Jembatan Lengkung Bentang Panjang ruas Kuningan pada proyek LRT

KOMPAS.com - Pekan lalu, perusahaan konstruksi PT Adhi Karya Tbk. mengunggah sebuah postingan video menarik di akun Instagram-nya.

Unggahan tersebut merupakan video momen dramatis detik-detik tersambungnya Jembatan Lengkung (long span) Kuningan LRT Jabodebek, yang direkam secara timelapse, atau perekaman video yang dipercepat.

Video tersebut diawali dengan kondisi di mana jembatan yang terletak di atas persimpangan Jl. HR Rasuna Said masih terpisah dengan jembatan yang terletak di atas Jl. Gatot Subroto.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

#SobatADHI, Jembatan Lengkung Kuningan LRT Jabodebek dengan bentang terpanjang di dunia, memiliki tantangan desain dan proses pengerjaan yang cukup rumit.? ? Dengan rancangan melengkung, jembatan yang terletak di persimpangan Jl. HR Rasuna Said dan Jl. Gatot Subroto ini, menggunakan desain vertical tendon dan radius lengkung yang kecil. ? ? Nah sebelum merancang jembatan, dilakukan pula analisis lebih dalam pada Jembatan Kereta Lengkung Bentang Panjang Kuningan. Analisis dilakukan untuk mengetahui perilaku struktur jembatan saat terjadi gempa. Jika melihat hasilnya, jembatan ini menunjukkan nilai performa struktur yaitu Keselamatan untuk Bentang Panjang yang aman terhadap gempa. ? ? Desain fondasi jembatan menggunakan kondisi tanah lunak dan menggunakan permodelan 3D untuk menganalisis fondasinya. ? ? Kemudian, dalam metode pengecoran, jembatan ini dibangun dengan sistem pengecoran pada masing-masing pier yang seimbang. Maksudnya adalah pengecoran dilakukan dengan seimbang pada tiap sisi, 1 sisi kiri dan 1 sisi kanan. ? ? Selain itu, tantangan lainnya ialah posisi dari jembatan lengkung yang berada di level 4 jalan, yaitu di atas underpass, jalan protokol dan flyover Kuningan.? ? Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya, Sobat! Nantikan cerita LRT Jabodebek lainnya ???? ? #LRTJabodebek? #EngineeredbyADHI? #ADHIKarya? #BeyondConstruction

A post shared by PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (@adhikaryaid) on Nov 18, 2019 at 3:09am PST

Kemudian, kedua jembatan tersebut secara perlahan disambungkan hingga kemudian kedua sisi jembatan bertemu tepat di atas flyover Kuningan yang sekaligus membawahi jalan protokol dan underpass.

Baca juga: Sibuk Selfie, Wanita Jatuh dari Jembatan Tertinggi

Menurut penuturan admin Instagram @adhikarya yang membalas beragam komentar netizen yang dihantui rasa penasaran, proses penyambungan long span yang diklaim terbesar di dunia dan tahan gempa ini memakan waktu kurang lebih 6 bulan.

Menarik melihat pembangunan proyek transportasi pemerintah ini ternyata dipantau melalui kamera dan dijadikan sebuah video gerak cepat. Lantas, apa sebenarnya video timelapse?

Apa itu timelapse? Bagaimana cara membuatnya?

Seperti telah disebutkan di atas, timelapse merupakan sebuah metode dalam bidang fotografi di mana pengguna bisa membuat video gerak cepat.

Biasanya, video yang direkam menggunakan metode timelapse memiliki durasi yang jauh lebih pendek dibandingkan waktu yang ditempuh di dalam video.

Misalnya, video penyambungan jembatan LRT ini hanya berdurasi 40 detik, sementara proses penyambungannya memakan waktu sekitar 6 bulan. Nah, untuk membuat video timelapse, pengguna cukup menyiapkan kamera atau smartphone yang sudah mendukung fitur tersebut.

Baca juga: Lagi Tren Selfie, Kenapa Galaxy S9 Andalkan Video Slow-Mo?

Kemudian, pengguna bisa memilih opsi timelapse, dan lantas langsung menjepret objek yang ingin direkam. Posisikan kamera atau ponsel dalam posisi diam, bisa menyandarkannya atau dengan bantuan tripod, hingga waktu yang diinginkan.

Penggunaan tripod atau semacamnya dibutuhkan agar video timelapse stabil tanpa getaran ketika dipercepat.

Tak hanya bisa dihasilkan dari merekam saja, video timelapse juga bisa dihasilkan dari ratusan bahkan ribuan foto yang digabungkan menjadi sebuah video, dengan aplikasi editing video yang banyak tersebar di dunia maya.

Metode penggabungan foto ini bisa diandalkan jika kamera atau smartphone pengguna tidak memiliki fitur perekaman timelapse.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X