Twitter Tunda Penghapusan Akun yang Tidak Aktif 6 Bulan

Kompas.com - 28/11/2019, 08:32 WIB

KOMPAS.com - Rencana Twitter untuk menghapus akun yang tidak log-in selama enam bulan atau lebih, ditunda. Kabar itu diumumkan platform microblogging itu sendiri selang sehari setelah mengumumkan rencana awal.

Penundaan ini didasarkan pada respons yang diterima Twitter dari penggunanya sendiri. Mereka khawatir akun yang akan dihapus nantinya termasuk akun milik pengguna yang sudah meninggal dunia.

Sebab, apabila terhapus, tidak akan ada postingan dari pemilik tersebut yang akan bisa dikenang oleh pengguna lainnya.

"Kami mendengar Anda akan dampaknya pada akun orang yang telah meninggal dunia. Kami melewatkan bagian itu," jelas perwakilan Twitter, dihimpun KompasTekno dari CNN, Kamis (28/11/2019).

Lebih lanjut, Twitter mengatakan tidak akan meneruskan rencana penghapusan akun yang "tertidur" ini sebelum memiliki fitur untuk mengenang akun yang ditinggal pemiliknya yang telah tiada.

Baca juga: Akun Twitter yang Tidak Login selama 6 Bulan Akan Dihapus

Saat ini, Twitter masih belum menemukan cara bagaimana menjadikan sebuah akun yang pemiliknya telah wafat, menjadi akun kenangan.

Fitur semacam ini sejatinya sudah ada di Facebook, di mana sebuah akun bisa mewariskan akunnya kepada pengguna lain apabila dirinya meninggal dunia.

Nantinya, si pewaris akan menjadikan akun peninggalan tersebut menjadi akun kenangan, di mana teman dan keluarga bisa membagikan postingan berupa kenangan apa saja bersama almarhum.

Baca juga: Ini Cara Facebook Supaya Akun Pengguna yang Meninggal Tak Bikin Sedih

Sebelumnya, rencana penghapusan akun Twitter yang tidak aktif ini akan diberlakukan mulai 11 Desember mendatang. Twitter pun telah mengirimkan e-mail pemberitahuan kepada pengguna terkait soal kebijakan itu.

"Kami proaktif menjangkau ke banyak akun yang belum melakukan log in ke Twitter selama lebih dari enam bulan untuk memberi tahu mereka bahwa akun mereka akan dihapus secara permanen, karena tidak aktif dalam waktu yang lama," ungkap juru bicara Twitter.

Sebelumnya, Twitter beralasan bahwa proses bersih-bersih akun ini bertujuan untuk membuat ekosistem platform yang bisa memberikan informasi lebih kredibel dan akurat antar pengguna.

Selain itu, secara tidak langsung Twitter juga meminta pengguna yang meninggalkan Twitter untuk aktif kembali di platformnya. Penghapusan akun-akun yang tidak aktif bisa saja akan mempengaruhi basis pengguna Twitter secara keseluruhan.

Namun, hal itu kemungkinan tidak akan berdampat pada dua metrik penting tolok ukur pertumbuhan Twitter, yakni metrik pengguna aktif harian dan pengguna aktif bulanan.

Baca juga: Reply di Twitter Kini Bisa Disembunyikan, Begini Caranya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber CNN


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.