Bapak Internet Bikin Rencana Menyelamatkan Internet yang Sedang "Sakit"

Kompas.com - 28/11/2019, 17:53 WIB
Bapak Internet Tim Berners-Lee. TheGuardianBapak Internet Tim Berners-Lee.
Penulis Bill Clinten
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Tim Berners-Lee, penggagas World Wide Web (WWW) yang kerap dijuluki sebagai Bapak Internet, kecewa dengan keadaan internet saat ini yang sedang "sakit".

Jaringan global yang menghubungkan beragam perangkat itu didominasi segelintir perusahaan digdaya.Pengguna internet pun sulit menjaga keamana data secara online.

Belum lagi berbagai praktik buruk yang beredar di dunia maya seperti hoaks, pencurian data, hingga manipulasi politik. Berners-Lee berpendapat bahwa hal-hal negatif di internet itu bisa menjerumuskan dunia ke dalam sebuah "distopia digital" apabila dibiarkan.

“Jika kita menelantarkan web, bakal ada banyak hal yang menyimpang," ujar Berners-Lee. "Kita harus membalikkan keadaan web sekarang juga."

Baca juga: Bapak Internet Ungkap Dua Kelemahan Besar Internet

Berners-Lee pun menyiapkan rencana untuk menyelamatkan internet dengan memastikan jaringan global itu tak disalahgunakan, sehingga bisa memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi manusia. 

Rencana tersebut tertuang di sebuah situs bernama "Contract for the Web". Kontrak yang disusun selama lebih dari setahun oleh sekitar 80 organisasi itu mengajak tiga pihak untuk mengemban tanggung jawab dalam "menjaga" internet.

Pertama, pihak pemerintah yang mesti memastikan bahwa jaringan internet bisa diakses oleh siapa saja, selalu tersedia sepanjang waktu, dan memastikan perlindungan privasi dan hak-hak atas data pribadi.

Kedua, Contract for the Web menyoroti perusahaan-perusahaan swasta yang kebagian tanggung jawab menyediakan layanan internet yang terjangkau dan secara bersamaan melindungi data pelanggannya.

Terakhir, untuk individu masyarakat pengguna internet, mereka harus membangun komunitas online yang aman dan bersahabat untuk setiap orang, serta memperjuangkan internet yang terbuka dan bebas untuk semua.

"Internet jadi salah arah karena terseret pihak-pihak yang memiliki keuatan besar, entah perusahaan yang mengendalikan web untuk meraup untung sebanyak mungkin atau pemerintah yang ingin mempertahankan kekuasaan," ujar Berners-Lee.

Baca juga: World Wide Web Ulang Tahun Ke-28, Bapak Internet Khawatir

"Masyarakat adalah bagian terpenting dari rencana ini karena hanya kitalah yang punya motivasi untuk membuat dua pihak lainnya bertanggung jawab," tambahnya, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari The Guardian, Kamis (28/11/2019).

Sebanyak 150 organisasi telah berkomitmen mendukung Contract for the Web, mulai dari perusahaan teknologi macam Microsoft, Twitter, Google, dan Facebook, hingga grup aktivis hak digital Electronic Frontier Foundation.

Pemerintah Perancis, Jerman, dan Ghana juga telah menyatakan komitmennya. Para pendukung Contract for the Web berkewajiban mengimplementasi semua prinsip yang diuraikan serta bekerja sama memecahkan persoalan yang dijumpai. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X