Pengguna Nomor Ponsel Baru di China Wajib Dipindai Wajahnya

Kompas.com - 02/12/2019, 13:03 WIB
Ilustrasi IMEI dan kartu SIM SHUTTERSTOCK/NATALE MATTEOIlustrasi IMEI dan kartu SIM

Tidak ada jaminan bahwa foto hasil pemindaian wajah itu akan dihapus, begitu verifikasi identitas selesai dilakukan oleh operator seluler.

Banyak kasus pencurian data di China seperti melalui telepon, di mana penipu telah mengetahui data seperti nomor telepon, alamat, dan pekerjaan.

"Apakah kini mereka juga bakal mengetahui wajah kita?" tulis seorang pengguna Weibo, dikutip KompasTekno dari BBC, Senin (2/12/2019).

Baca juga: TikTok Blokir Konten yang Nyinyir ke Pemerintah China

Contoh lain di mana penggunaan data wajah yang ditentang adalah di sektor pendidikan. Pemerintah mewajibkan anak sekolah dan universitas "setor muka" untuk absensi harian mereka.

Pemerintah China kemudian berjanji akan menerbitkan aturan soal penggunaan teknologi pengenal wajah, setelah mendapat tekanan.

Jeffrey Ding, peneliti AI dari Oxford University mengatakan bahwa kritik seperti itu akan lebih gencar lagi dilakukan oleh penduduk China kepada pemerintah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.