Rugi Terus, Panasonic Keluar dari Bisnis Semikonduktor

Kompas.com - 03/12/2019, 06:58 WIB
Logo Panasonic. Pada 2018, Panasonic Corporation merayakan HUT ke-100. Pad tahun yang sama, Panasonic Corporation dan  Gobel Group Indonesia merayakan HUT ke-58 bekerja sama di Indonesia. 
Kompas.com/Josephus PrimusLogo Panasonic. Pada 2018, Panasonic Corporation merayakan HUT ke-100. Pad tahun yang sama, Panasonic Corporation dan Gobel Group Indonesia merayakan HUT ke-58 bekerja sama di Indonesia.
Penulis Oik Yusuf
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Setelah berkiprah selama puluhan tahun di industri semikonduktor, Panasonic akhirnya memutuskan untuk lempar handuk. Perusahaan asal Jepang itu dikabarkan bakal melego unit bisnis semikonduktornya yang terus merugi.

Pembelinya adalah Nuvoton Technology asal Taiwan, yang kabarnya bakal mengakuisisi bisnis semikonduktor Panasonic senilai 250 juta dollar AS atau Rp 3,5 triliun.

Bisnis semikonduktor Panasonic selama ini fokus memproduksi chip manajemen daya dan sensor kamera untuk smartphone, mobil, dan kamera keamanan.

Baca juga: Panasonic Berhenti Pasok Komponen ke Huawei

Pada tahun fiskal yang berakhir pada Maret lalu, bisnis semikonduktor Panasonic mencatat kerugian operasional sebesar 23,5 miliar yen (Rp 3 triliun) dengan penjualan 92,2 miliar yen (Rp 11,8 triliun).

Panasonic awalnya mencoba membalik peruntungan di bisnis semikonduktor, namun didera angka permintaan yang menurun menyusul perang dagang antara AS dan China.

Sementara itu, dalam industri sensor kamera, Panasonic agaknya sulit bersaing dengan Sony yang menguasai 50 persen pasaran imaging sensor dan 70 persen pasaran sensor kamera smartphone, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari PetaPixel, Selasa (3/12/2019).

Keputusan pun diambil untuk melego unit bisnis itu.

"Opsi terbaiknya adalah melepas bisnis (semikonduktor) ke Nuvoton, karena lingkungan kompetitif di bisnis semikonduktor sudah sangat parah," sebut Panasonic dalam sebuah pernyataan tertulis.

Di samping semikonduktor, Panasonic turut menyatakan bakal mundur dari area bisnis lain yang sama-sama tidak menghasilkan profit, termasuk produksi panel LCD yang bakal berhenti dilakoni perusahaan itu pada 2021.

Baca juga: Panasonic Resmikan Kamera Mirrorless Tangguh Lumix G95

Ke depan, Panasonic akan fokus di bisnis-bisnis seperti baterai dan berbagai perlengkapan lain untuk mobil.

Nuvoton yang membeli bisnis semikonduktor Panasonic adalah anak perusahaan Winbond yang memproduksi microcontroller, chip terkait audio, dan produk semikonduktor lain.

Panasonic pertama kali memasuki bisnis semikonduktor pada 1952. Penjualannya sempat memuncak karena banyak dipakai di perangkat TV pada dekade 1990-an dan 2000-an, tapi semenjak itu kalah bersaing dari rival-rivalnya di Asia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber PetaPixel
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X