BrandzView
Konten ini merupakan kerjasama Kompas.com dengan Xiaomi

Mau Punya Foto Produk Online Shop Keren, Pakai Smartphone Saja…

Kompas.com - 05/12/2019, 14:58 WIB
Ilustrasi foto produk dengan smartphone SHUTTERSTOCKIlustrasi foto produk dengan smartphone

KOMPAS.com – Kebiasaan belanja masyarakat Indonesia saat ini sudah mulai berubah. Banyak orang yang lebih gemar berbelanja online ketimbang langsung datang ke toko.

Kondisi itu pun sejalan dengan jumlah online shop di Indonesia yang tumbuh pesat. Hal ini dibuktikan Sensus Ekonomi 2016.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) itu menyebutkan, jumlah e-commerce atau usaha online di Indonesia mencapai 26,2 juta unit. Angka ini meningkat pesat hingga 17 persen dalam 10 tahun terakhir.

Hal itu berarti, persaingan antara satu online shop dengan yang lain cukup ketat. Untuk itu, para pebisnis harus pintar menarik perhatian calon pembeli.

Salah satu caranya, dengan menampilkan foto produk menarik. Sebab, di online shop foto produk menjadi hal pertama yang dilihat calon pembeli.

Namun, kendala yang sering dialami pebisnis e-commerce pemula adalah keterbatasan biaya dan alat untuk pemotretan produk.

Sebenarnya, masalah itu bisa diatasi dengan memanfaatkan kamera smartphone. Asal mengetahui cara dan trik yang tepat, foto yang dihasilkan bisa sama bagusnya dengan menggunakan kamera profesional.

Ulasan mengenai hal itu pernah dipaparkan oleh expertphotography.com dalam artikel berjudul “Shoot Perfect Product Photography with Your Smartphone”.

Gunakan tripod

Tripod merupakan alat penting untuk menunjang sesi foto produk. Benda ini akan membantu smartphone tetap stabil dengan posisi sama.

Selain itu, dengan menjaga ketinggian dan sudut kamera tetap konsisten dapat membuat foto produk Anda terlihat rapi dan profesional.

Keuntungan lainnya, Anda dapat mengambil gambar di cahaya redup tanpa takut gambar menjadi blur.

Gunakan mode manual

Selain mode kamera auto, saat ini hampir semua kamera smartphone dibekali dengan mode kamera manual di mana pengguna bisa mengatur sendiri sensitivitas cahaya (ISO), fokus, hingga exposure.

Untuk foto produk, sebaiknya atur ISO di angka 100. Sebabnya, semakin tinggi angka ISO, kualitas foto yang dihasilkan akan semakin berkurang dan memunculkan banyak noise pada foto.

Setelah ISO, pastikan Anda menggunakan mode autofocus agar foto yang dihasilkan tajam.

Sesuaikan latar foto

Sebenarnya, latar apapun bisa digunakan sebagai latar belakang foto produk. Namun, ada baiknya latar yang digunakan senada dengan produk yang difoto.

Latar berwarna putih dapat membuat foto produk tampak profesional. Bisa juga menggunakan latar berbagai warna atau material untuk memberikan kesan hidup pada foto. Contohnya, untuk memberikan kesan produk alami dapat menggunakan latar kayu.

Satu hal yang perlu diingat, jangan sampai latar belakang yang dipilih lebih mencolok dari produk, sehigga tidak menggagu fokus pembeli ketika melihatnya.

Manfaatkan cahaya matahari

Cahaya merupakan elemen paling penting dalam fotografi. Terdapat dua sumber cahaya yang dapat digunakan untuk kegiatan fotografi, yakni cahaya buatan menggunakan lampu dan cahaya alami dari sinar matahari.

Ilustrasi foto produk dengan memanfaatkan cahaya alamiSHUTTERSTOCK Ilustrasi foto produk dengan memanfaatkan cahaya alami

Sementara itu, untuk menghasilkan foto produk profesional tidak selalu membutuhkan lighting atau lampu studio yang mahal.

Anda bisa memanfaatkan cahaya alami matahari yang masuk dari jendela. Cahaya ini dapat berfungsi sebagai softbox layaknya studio foto profesional. Jendela dapat membantu menyebarkan cahaya matahari yang keras dan menghasilkan exposure merata dengan bayangan alami.

Jika cahaya matahari masih terlalu terang, Anda bisa menggunakan tirai transparan, seperti vitrase, untuk melembutkan cahaya matahari yang masuk.

Berkreasi dengan mode portrait

Anda bisa memanfaatkan semua fitur di kamera smartphone, salah satunya mode portrait. Penggunaan mode ini cocok untuk memotret semua produk, termasuk produk lifestyle, seperti baju, tas, atau sepatu.

Mode tersebut dapat memberikan efek latar belakang kabur dan memberikan fokus lebih pada objek yang diinginkan. Cukup bergerak lebih dekat atau lebih jauh dari objek foto hingga berhasil mengaburkan latar belakang (blur).

Akan tetapi, kendala yang sering ditemui adalah hasil blur pada latar belakang tidak sesuai keinginan. Untuk itu, beberapa smartphone telah menyematkan teknologi kamera dengan deteksi kedalaman pintar, seperti Xiaomi Redmi Note 8.

Smartphone tersebut dibekali quad-camera 48MP dengan 2MP lensa deteksi kedalaman (depth). Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk mengatur tingkat blur pada latar belakang foto melalui fitur aperture 25 tingkat.

Selain itu, ada juga teknologi AI Portrait yang membuat foto portrait makin mengesankan, tanpa banyak usaha. Dengan begitu, foto produk yang dihasilkan akan menjadi lebih tajam dan sesuai keinginan.

Alhasil, meski menggunakan kamera smartphone, foto produk Anda dapat tampil menarik layaknya pemotretan dengan kamera profesional.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya