Ini Dia Pembeli Pertama Asus ROG Phone II di Indonesia

Kompas.com - 05/12/2019, 19:10 WIB
Alto Bellie, pembeli pertama Asus ROG Phone II di Indonesia. BILL CLINTEN/KOMPAS.comAlto Bellie, pembeli pertama Asus ROG Phone II di Indonesia.
Penulis Bill Clinten
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ponsel gaming  Asus ROG Phone II baru saja secara resmi dirilis di Indonesia. Ini adalah ponsel gaming pertama dari Asus yang mendarat di Tanah Air.

Bersamaan dengan acara peluncuran yang digelar di Grand Ballroom Pullman Hotel, Jakarta Barat, Kamis (5/12/2019), Asus juga menggelar penjualan perdana ROG Phone II. 

Dalam penjualan perdana ini, pembeli bisa langsung membawa pulang ponsel Asus ROG Phone II versi RAM 8 GB dan penyimpanan 128 GB.

Sementara mereka yang tertarik membeli ROG Phone II versi 12 GB/512 GB, hanya bisa melakukan pre-order dan ponsel baru akan diterima pada bulan Januari 2020 mendatang.

Dalam penjualan perdana ini para calon pembeli pun ditawari sejumlah hadiah menarik sesuai dengan nomor urut kedatangan.

Hadir paling pertama dan memegang nomor urut 1 adalah Alto Bellie, pria asal Jakarta yang sudah antre sejak pukul 18.00 Rabu (4/12/2019) kemarin.

Pria yang bekerja sebagai wiraswasta ini membeli ROG Phone II versi Ultimate Heavy Gamer Package dengan harga Rp 12,5 juta.

Dalam paket tersebut Alto akan mendapatkan perangkat Asus ROG Phone II dengan RAM 12 GB penyimpanan 512 GB, Aero Active Cooler 2, Aero Case, dan 30W Aero Charger. Namun paket ini baru akan ia dapatkan pada bulan Januari mendatang.

Berbincang dengan KompasTekno di sela-sela acara peluncuran, Ia mengaku rela antre seharian lantaran kepincut dengan spesifikasi dan harga yang ditawarkan ponsel tersebut.

Terlebih, ada bonus yang diberikan bagi 100 pengantre pertama juga terbilang cukup menarik.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X