Mundur dari Induk Google, ke Mana Perginya Larry Page dan Sergey Brin?

Kompas.com - 05/12/2019, 20:09 WIB
Dua pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin GoogleDua pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin
|
Editor Oik Yusuf

Jones turut mengungkapkan pandangan serupa atas Sergey Brin yang disebutnya memendam hasrat untuk bereksperimen, alih-alih jadi nakhkoda usaha.

Setelah restrukturisasi pada 2015, Brin memang "mengasingkan" diri di Google X, salah satu anak usaha Alphabet yang mengerjakan aneka proyek eksperimental. Dari sini lahir beragam inovasi, mulai dari kacamata pintar hingga balon internet.

Anak yang sudah dewasa

Larry Page dan Sergey Brin bertemu di kampus Stanford University. Tahun 1996 mereka mencetuskan mekanisme cara menyusun ranking hasil pencarian di internet agar lebih efektif. Proyek yang berawal dari tugas kuliah itu kemudian coba dijual, tapi tak ada yang mau beli.

Page dan Brin lantas mendirikan perusahaan sendiri bernama Google, yang kini sudah menjelma jadi salah satu perusahaan teknologi paling powerful di dunia. Tapi, semakin perkasa Google, para pendirinya malah seperti makin kehilangan ketertarikan.

Dalam surat yang mereka tulis untuk "pamit" sekaligus mengumumkan penunjukkan Sundar Pichai sebagai CEO Alphabet, Page dan Brin mengibaratkan Google sebagai "anak yang sudah tumbuh dewasa".

Baca juga: Mengenal Alphabet, Induk Google yang Dipimpin Sundar Pichai

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami yakin inilah waktunya untuk menjadi 'orang tua yang bangga' dengan memberikan saran dan cinta, tapi tak mengurusnya (Google) sehari-hari!" tulis duo pendiri itu.

Page dan Brin pun kini bisa lebih bebas bereksperimen dengan teknologi, berbekal duit pribadi hasil kiprah di Google selama bertahun-tahun.

Sebaliknya, Sundar Pichai mungkin bakal lebih sibuk karena sekarang mengemban tugas memimpin Google dan induknya sekaligus. Terlebih Google sedang didera banyak masalah, mulai dari problem karyawan, hingga aneka sengketa di berbagai belahan dunia.

Sementara itu, kendali perusahaan masih berada di tangan Page dan Brin yang memiliki gabungan saham dengan voting rights di Alphabet sebesar 51 persen. Kalau mau, mereka bisa saja ikut mengendalikan langkah Pichai selaku CEO.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.