FTC Sebut Cambridge Analytica Sengaja Kelabui Pengguna Facebook

Kompas.com - 11/12/2019, 16:07 WIB
Gambar yang diambil pada 20 November 2017 ini menunjukkan logo Facebook, layanan media sosial yang berbasis di Amerika Serikat. AFP PHOTO/LOIC VENANCEGambar yang diambil pada 20 November 2017 ini menunjukkan logo Facebook, layanan media sosial yang berbasis di Amerika Serikat.

Skandal ini memicu diskusi nasional tentang privasi di dunia maya dan menciptakan isu buruk tentang Facebook sebagai perusahaan teknologi.

Banyak orang yang berfikir bahwa skandal Cambridge Analytica akan melumpuhkan Facebook, dan Mark Zuckerberg.

Baca juga: Facebook Didenda Rp 70 Triliun Akibat Skandal Cambridge Analytica

Namun hal itu terpatahkan karena hingga saat ini Facebook telah meraup keuntungan yang lebih tinggi bersamaan dengan harga sahamnya yang mencapai puncak rekor baru sepanjang masa.

Pada bulan April 2019 lalu, Facebook membukukan pendapatannya per kuartal pertama sebesar 15 miliar dollar AS (Rp 209 triliun) dan cadangan kas lebih dari 40 miliar dollar AS (Rp 559,2 triliun), menurut laporan New York Times.

Dikutip KompasTekno dari BGR, Rabu (11/12/2019), selama 20 bulan terakhir survei pun menunjukkan bahwa skandal ini tidak memberikan dampak yang berarti pada kebiasaan pengguna Facebook.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Sumber bgr.com
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X