Kabel Serat Optik di Samudera Pasifik, "Medan Perang" Baru AS-China?

Kompas.com - 16/12/2019, 19:28 WIB
Ilustrasi kabel optik bawah laut. Istimewa.Ilustrasi kabel optik bawah laut.

KOMPAS.com - Perang dagang Amerika Vs China belum juga surut. Industri telekomunikasi kedua negara jadi korban perang ini. Huawei misalnya, menjadi salah satu sasaran pemblokiran pemerintah AS, dan melarang mereka berbisnis dengan perusahaan AS.

Dalihnya, AS curiga Huawei akan mengancam keamanan nasional melalui perangkat yang mereka bangun dan digunakan perusahaan-perusahaan besar di Amerika.

Kini, perang tersebut disinyalir akan bergeser ke area bawah laut. Proyek penanaman kabel serat optik di Kepulauan Pasifik bisa jadi "medan perang" baru AS-China.

Betapa tidak, AS dan sekutunya menghambat beberapa proyek penanaman kabel serat optik yang didukung investor China. Sebagai informasi, kabel serat optik merupakan salah satu infrastrukur tulang punggung (backbone) jaringan internet di seluruh dunia.

Baca juga: Kabel Serat Optik Ini Pernah Deteksi Gempa di Indonesia

Hampir semua data komunikasi dari seluruh dunia mengalir melalui kabel ini. Hanya satu persen saja data komunikasi yang dialirkan melalui satelit.

Saat ini ada 378 kabel optik yang beroperasi di seluruh dunia, dan 23 di antaranya melintasi Kepulauan Pasifik. Beberapa kabel yang melintasi kepulauan tersebut menghubungkan hub di Los Angeles, Tokyo, dan Singapura.

Menurut data dari United Nations Economic and Social Commission for the Asia Pacific (UNESCAP), hanya kurang dari 5 persen dari total 11 juta penduduk di Kepualuan Pasifik dan Papua Nugini yang bisa terhubung dengan internet.

Konektivitas mobile juga baru tercatat 1,5 juta saja. Itulah sebabnya, Tiziana Bonapace, Director of UNESCAP, mengatakan bahwa Kepulauan Pasifik adalah area paling belum terjamah internet di seluruh dunia.

Keterlibatan China di proyek bawah laut

Kekosongan ini menarik perusahaan telekomunikasi dunia untuk membuat proyek kabel bawah laut di Samudera Pasifik, termasuk perusahaan telekomunikasi China.

Pasar kabel serat optik saat ini didominasi perusahaan AS, Eropa, dan Jepang. Namun China perlahan-lahan mulai merangsek dengan menginvestasi beberapa proyek kabel bawah laut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X