Boeing Setop Produksi Jenis Pesawat yang Dipakai Lion Air JT610

Kompas.com - 17/12/2019, 15:27 WIB
Pesawat B737 MAX yang di-grounded di pabrik Boeing di Renton, Washington. BoeingPesawat B737 MAX yang di-grounded di pabrik Boeing di Renton, Washington.

KOMPAS.com - Pabrikan pesawat AS, Boeing akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara produksi lini pesawat B737 MAX, jenis pesawat yang dipakai oleh Lion Air JT610, yang mengalami kecelakaan pada Oktober 2018 lalu.

Penghentian produksi akan dimulai pada Januari 2020. Langkah itu diambil menyusul proses sertifikasi ulang B737 MAX yang tidak bisa dilakukan tahun ini, dan harus diundur hingga 2020.

Sertifikasi ulang dibutuhkan B737 MAX menyusul perbaikan di fitur MCAS, yang menjadi biang keladi dua kecelakaan B737 MAX dalam kurun enam bulan, yakni Lion Air JT610 pada Oktober 2018, dan Ethiopian ET302 pada Maret 2019.

Setelah kecelakaan tersebut, otoritas penerbangan Amerika, FAA mengeluarkan larangan terbang untuk seluruh B737 MAX. Namun Boeing tetap memproduksi pesawat tersebut.

Baca juga: Ini Fitur yang Dirahasiakan Boeing, Berkontribusi pada Kecelakaan Lion Air JT610?

Hingga kini, Boeing menyebut ada sekitar 400-an unit pesawat yang selesai diproduksi, namun belum bisa dikirim ke konsumen akibat larangan terbang itu.

Sedianya, Boeing berharap proses sertifikasi akan selesai pada akhir 2019 ini, namun hingga Desember ini, proses sertifikasi juga belum kunjung usai sehingga Boeing terpaksa menghentikan sementara produksi B737 MAX.

"Dari evaluasi, kami memutuskan untuk memprioritaskan pengiriman pesawat yang disimpan, dan untuk sementara menangguhkan produksi program 737 MAX, mulai bulan depan (Januari 2020)," tulis pernyataan Boeing dalam situs resminya.

Baca juga: Masih Bermasalah, Boeing 737 Max Baru Bisa Terbang Lagi di 2020

Selain faktor sertifikasi yang tak kunjung usai, penangguhan produksi pesawat juga disebabkan oleh ketidakpastian kapan pesawat bisa terbang komersil, serta persetujuan program training baru untuk B737 MAX di seluruh dunia.

Karyawan Boeing yang terkena dampak penghentian produksi ini, terutama mereka yang mengerjakan proyek B737 MAX, akan ditugaskan sementara ke tim lain atau pabrik lain.

“Kami akan selalu menjaga pelanggan, karyawan, dan rantai pasokan kami sembari terus menilai tindakan yang tepat,” ujar Boeing dikutip KompasTekno, Selasa (17/12/2019).



Sumber Boeing
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X