Kompas.com - 24/12/2019, 14:16 WIB
Angkatan Laut Amerika Serikat blokir penggunaan TikTok atas alasan keamanan cyber TechSpotAngkatan Laut Amerika Serikat blokir penggunaan TikTok atas alasan keamanan cyber

KOMPAS.com - Angkatan laut Amerika Serikat (US Navy) melarang pasukannya menggunakan aplikasi berbagi video asal China, TikTok. Aturan tersebut diterbitkan karena TikTok dianggap membawa ancaman keamanan siber.

Pelarangan tersebut diumumkan secara terbuka di halaman Facebook yang berisikan anggota militer. Pihak angkatan laut pun akan memberikan sanksi tegas kepada anggota yang melanggar ketentuan ini.

Para marinir yang tidak mematuhi kebijakan tersebut, akan dikenakan hukuman berupa pemblokiran dari jaringan Navy Marine Corps Internet (NMCI).

NMCI sendiri adalah jaringan komunikasi yang dirancang khusus untuk anggota Angkatan Laut AS, termasuk Korps Marinir.

Menurut Director of Public Affairs pada US Fleet Cyber Command/US 10th Fleet, Dave Benham, anggota marinir yang menggunakan jaringan NMCI memang diperintahkan untuk segera menghapus aplikasi TikTok dari perangkat yang disediakan pemerintah seperti iPhone dan iPad. 

Baca juga: TikTok Dituduh Kirim Data Pengguna ke China

"Keputusan ini diambil berdasarkan penilaian ancaman keamanan siber, dan hal ini konsisten dengan upaya 10th Fleet untuk secara proaktif mengatasi ancaman yang muncul untuk menjaga jaringan kami," tutur Benham.

Dikutip KompasTekno dari Reuters, Selasa (24/12/2019), juru bicara dari Pentagon juga mengonfirmasi kabar tersebut. Menurutnya, kebijakan ini dibuat untuk melindungi informasi pribadi dari ancaman bahaya yang muncul.

Kendati demikian pihak Angkatan Laut AS tidak memberikan penjelasan lebih rinci terhadap potensi ancaman yang dapat ditimbulkan oleh aplikasi TikTok tersebut.

Baca juga: Tahun Ini TikTok Lebih Banyak Diunduh Dibanding Facebook dan Instagram

Saat ini, Tiktok sendiri sudah sangat populer di kalangan remaja Amerika Serikat.

Namun popularitasnya membuat aplikasi ini mendapat sorotan dari regulator AS dan anggota parlemen selama beberapa bulan terakhir ini.

Pada bulan lalu, Senator Chuck Schummer mengungkapkan kekhawatiran akan adanya ancaman keamanan nasional yang dapat ditimbulkan oleh aplikasi ini.

Beberapa waktu lalu, TikTok pun sempat tersandung masalah hukum. Aplikasi ini dituduh mengirimkan data penggunanya tanpa izin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.