Dituduh Alat Mata-mata, Aplikasi ToTok Dihapus oleh Google dan Apple

Kompas.com - 24/12/2019, 17:12 WIB
Ilustrasi aplikasi ToTok. AppleInsiderIlustrasi aplikasi ToTok.

KOMPAS.com - Aplikasi percakapan serupa WhatsApp, ToTok baru-baru ini dituding sebagai alat untuk menyadap penggunanya. Aplikasi tersebut pun dihapus dari toko aplikasi oleh Google (Android) dan Apple (iOS).

Berdasarkan laporan NewYorkTimes yang mengutip salah satu intel AS yang identitasnya dirahasiakan, pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) diduga memanfaatkan aplikasi tersebut untuk memata-matai segala macam kegiatan pengguna ToTok.

Beberapa di antaranya seperti menguping percakapan telepon, mengintip percakapan teks, mencuri rekaman video dan suara di aplikasi, hingga melacak lokasi sang pemakai aplikasi.

Belum diketahui apa maksud di balik kegiatan pelanggaran privasi itu. Tidak disebutkan pula kapan intel AS menemukan bahwa ToTok ternyata memantau segala gerak-gerik penggunanya.

Baca juga: Dua Mantan Pegawai Twitter Dituduh Jadi Mata-mata Arab Saudi

Namun, karena tuduhan ini, aplikasi yang diklaim sudah diunduh oleh jutaan orang dan sempat menjadi salah satu aplikasi populer itu, langsung dicopot dari rak toko aplikasi Google Play Store dan App Store.

Meski demikian, layanan ToTok sendiri masih bisa digunakan jika pengguna kadung memasangnya di ponsel, atau melalui mekanisme pemasangan lewat toko aplikasi pihak ketiga milik vendor smartphone, seperti Huawei App Gallery, Mi App Store, dan sebagainya.

Nah, bagi Anda yang telanjur memasang aplikasi ToTok di smartphone masing-masing, ada baiknya untuk segera menghapus aplikasi tersebut hingga platform chatting ini dinilai aman.

Sebagai informasi, pembuat aplikasi ToTok, Breej Holding merupakan perusahaan yang dituding menjalin hubungan dengan firma siber bernama DarkMatter.

Baca juga: TikTok Bantah Tudingan Jadi Mata-mata China

DarkMatter sendiri, sebagaimana dilansir KompasTekno dari NewYorkTimes, Selasa (24/12/2019) sedang berada di dalam radar FBI, lantaran dugaan kejahatan dunia maya.

Terlepas dari itu, aplikasi ToTok sendiri terbilang sukses menggaet pengguna di beberapa kawasan, seperti di Uni Emirat Arab, lantaran merupakan salah satu platform chatting yang "berfungsi" sekaligus diklaim "cepat" dan "aman".

Sebab, aplikasi populer serupa, seperti WhatsApp dan Skype memang diblokir dan tidak bisa digunakan di kawasan tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X