Situs Streaming Film Ilegal Bisa Raup Rp 80 Juta per Hari

Kompas.com - 26/12/2019, 08:22 WIB
Ilustrasi kaya SHUTTERSTOCKIlustrasi kaya

KOMPAS.com - Pengguna internet Indonesia tercatat cukup banyak mengakses situs penyedia film ilegal untuk bisa menikmati tontonan favorit mereka.

Riset yang dilakukan oleh YouGov untuk Coalition Against Privacy (CAP) dari Asia Video Industry Association, 63 persen konsumen online Indonesia hobi mengakses situs streaming atau torrent ilegal, seperti IndoXXI atau LK21.

Mereka lebih menyukai akses film "gratis" ketimbang membayar biaya berlangganan ke platform streaming film legal. Meski disebut "gratis", nyatanya pengelola situs tersebut tetap mendapat keuntungan.

Baca juga: Nonton Film di Situs IndoXXI dkk Ternyata Tidak Gratis

Keuntungannya pun tidak bisa dibilang sedikit. Alfons Tanujaya, spesialis keamanan internet dari Vaksin.com, menjelaskan, semakin banyak orang mengunjungi situs streaming film bajakan, semakin banyak keuntungan yang didapat.

Ia mencontohkan, tahun 2017 lalu, menurut data dari web analis traffik Alexa, salah satu situs streaming film ilegal populer LK21, mendapat kunjungan 8 juta orang perhari.

"Kalau satu orang memberikan penghasilan Rp 10, sehari pendapatannya (saat itu) bisa mencapai 80 juta," kata Alfons, menaksir pendapatan kasar LK21.

Nominal Rp 10 tersebut didapatkan dari biaya iklan yang diklik pengakses di situsnya. Biasanya, di situs-situs penyedia film ilegal, banyak iklan yang muncul dan memaksa pengunjung untuk mengkliknya.

Jika sudah diklik, keuntungan akan mengalir ke pemilik situs. Alfons mengatakan, situs yang lebih populer, seperti IndoXXI yang lebih banyak dikunjungi, berpeluang mendapatkan keuntungan lebih besar.

Perlu diingat bahwa di atas merupakan hitungan kasar. Terlepas dari itu, mengakses situs penyedia film ilegal tidak sepenuhnya aman. Banyak bahaya mengintai pengguna, termasuk serangan malware ke perangkat.

Baca juga: Situs Streaming Film IndoXXI Ditutup Januari 2020

"Kalau terkena malware, komputer kita akan digunakan untuk tujuan negatif yang akan memberikan kerugian langsung dan tidak langsung," kata Alfons saat dihubungi KompasTekno, Selasa (24/12/2019).

Ia mencontohkan, kerugian yang akan diterima pengakses apabila terkena malware adalah menjadikan perangkat pengguna sebagai komputer zombie. Komputer zombie ini bisa digunakan untuk menambang bitcoin, dimana korbannya akan rugi konsumsi listrik dan bandwidth.

Apabila perangkat menjadi komputer zombie, maka perangkat tersebut bisa dijadikan sumber penyebar malware.

Baca juga: Apa Itu Bitcoin, Tebusan yang Diminta Hacker WannaCry?

"Kalau terinfeksi ransomware, jelas datanya akan dienkripsi dan harus membayarkan uang tebusan jika ingin datanya kembali," lanjutnya.

Pemerintah pun berencana akan memblokir peredaran situs ini. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan, situs penyedia film ilegal melanggar perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X