Spotify Premium Vs YouTube Music, Siapa yang Lebih Menarik?

Kompas.com - 31/12/2019, 16:14 WIB
Spotify Vs YouTube Music Kompas.com/Wahyunanda Kusuma PSpotify Vs YouTube Music

KOMPAS.com - Platform penyedia layanan streaming musikkinisemakin bervariasi. Di Indonesia, ada sejumlah layanan yang populer digunakan seperti JOOX atau Spotify.

Para pengguna smartphone pun kini mulai beralih dari mendengarkan lagu secara offline menjadi online lewat layanan-layanan tersebut.

Melihat potensi ini, Google pun tak mau kalah. Google mulai merambah pasar streaming musik dengan meluncurkan YouTube Music.

Sebagaimana Spotify, YouTube Music juga bisa digunakan oleh perangkat iOS maupun Android.

Baca juga: Demi YouTube Music, Layanan Google Play Music Dipensiunkan

Sebagai pendatang baru di dunia music streaming, YouTube Music menawarkan beberapa fitur yang tak kalah menarik dibanding Spotify.

Apabila dibandingkan, ada beberapa fitur unik di Spotify yang tidak ditemukan di YouTube Music, begitu pula sebaliknya. 

KompasTekno pun mencoba membandingkan pengalaman menggunakan kedua platform ini dengan berlangganan secara premium.

Tentu saja, soal mana yang lebih menarik, Anda yang menentukan. Lantas, apa saja perbedaanya?

Paket langganan

Sebelum membandingkan pengalaman mendengarkan musik melalui Spotify dan YouTube Music, ada baiknya mengetahui berapa biaya berlangganan premiumnya.

Sebab, fitur yang tersedia di paket premium lebih banyak dibanding berlangganan secara gratis atau disubsidi iklan.

Benefit berlangganan premium di kedua platform hampir sama secara garis besar yakni tidak ada iklan yang menjeda pemutaran otomatis dan mengunduh lagu agar bisa diputar secara offline.

Paket berlangganan keduanya juga hampir sama. Baik Spotify maupun YouTube Music memiliki paket reguler, pelajar, dan keluarga.

Untuk Spotify, paket reguler dibanderol mulai dari Rp 49.990, paket pelajar Rp 24.990, dan paket keluarga Rp 79.000. Namun, Spotify juga memiliki paket mingguan dengan harga Rp 16.500.

Baca juga: Harga Langganan Netflix di Indonesia Naik Mulai 1 September

Paket mingguan ini tidak tersedia di YouTube Music yang hanya menyediakan paket reguler seharga Rp 49.000, paket pelajar Rp 24.990, dan paket keluarga Rp 75.000.

Pengguna juga bisa berlangganan YouTube Premium agar bisa sekalugus mendapat akses ke YouTube Music dengan harga berlangganan mulai dari Rp 59.000 untuk reguler, Rp 34.990 untuk pelajar, dan Rp 89.000 untuk paket keluarga.

Tampilan Beranda

Sekilas tampilan beranda keduanya tampak mirip. Tentu saja isinya adalah daftar musik yang sudah dipersonalisasikan dan kemudian dihidangkan ke pengguna dengan beragam menu.

Misalnya "Uniquely Yours", "Made for You", daftar lagu baru dan populer dan sebagainya. Namun, "menu" di Spotify lebih kaya. Ia memiliki beberapa menu musik lain seperti "Chart", "Rekomendasi Mingguan", "Throwback", dan sebagainya.

Dimainkan di Banyak Perangkat

YouTube Music dimainkan di tiga perangkat sekaligus dalam satu akun GoogleKOMPAS.com/Bill Clinten YouTube Music dimainkan di tiga perangkat sekaligus dalam satu akun Google
Kendati banyak fitur premium yang sama, ada sejumlah fitur unggulan yang dimiliki masing-masing platform.

Salah satunya adalah fitur yang dimiliki YouTube Music, yakni bisa dimainkan di banyak perangkat secara bersamaan dengan satu akun Google yang sama dan lagu yang berbeda.

Pengguna harus memilih mau memutar lagu di Spotify mobile atau PC dengan mengetkuk ikon perangkat tersedia (berlingkar merah).Kompas.com Pengguna harus memilih mau memutar lagu di Spotify mobile atau PC dengan mengetkuk ikon perangkat tersedia (berlingkar merah).
Fitur inilah yang tidak ditemukan di Spotify.

Alih-alih bisa diputar bersamaan, yakni di mobile dan PC, pengguna harus memilih satu dengan mengetuk ikon "perangkat yang tersedia" di pojok kanan bawah layar PC. Nantinya akan muncul pilihan, ingin memutar lagu di PC atau mobile.

Memutar Video

Tentu saja, YouTube yang sejatinya platfrom berbagi video - termasuk video musik dari jutaan musisi dunia - unggul di fitur ini.

Di YouTube Music, selain mendengarkan lagu dengan format audio, pengguna juga bisa memutar video musik apabila tersedia.

Uniknya, pengguna bisa menggonta-ganti antara lagu dan video secara real-time. Artinya, ketika kita mendengarkan lagu di tengah-tengah pemutaran, lalu mengalihkannya ke video, maka musik video yang terputar juga akan dimulai pada menit saat dialihkan tadi, tidak diputar dari awal.

Fitur Storyline yang ada di Spotify menampilkan informasi fakta dibalik lagu yang sedang diputar.Kompas.com Fitur Storyline yang ada di Spotify menampilkan informasi fakta dibalik lagu yang sedang diputar.

Fitur video ini hanya ada di YouTube Music untuk saat ini dan belum hadir di Spotify. Namun, Spotify tetap memiliki fitur menarik lain yakni Storyline dan Behind the Lyrics.

Fitur tersebut akan memberikan fakta unik di balik pembuatan lagu dan makna lirik yang sedang didengar.

Mengunduh Lagu

Baik Spotify dan YouTube Music Premium sama-sama menyediakan opsi unduh (download) daftar lagu yang dibuat pengguna.

Dengan begitu, pengguna bisa mendengarkan lagu tanpa koneksi internet.

Khusus di YouTube Music, pengguna tidak hanya bisa mengunduh audio namun juga bisa menyimpan video ke dalam memori internal maupun eksternal ponsel. Sayangnya, video yang disimpan akan tetap berformat audio.

Podcast

Sejauh ini, baru Spotify lah, platform musik streaming yang juga menyediakan kanal podcast. Menurut Product Manager YouTube Music, Brandon Bilinski, YouTube Music masih melakukan riset terkait podcast.

Google agaknya masih bingung, sebab perusahaan search engine itu juga memiliki aplikasi podcast terpisah bernama Google Podcast.

"Kami belum punya rencana untuk meluncurkan podcast di dalam aplikasi YouTube Music dalam waktu dekat," kata Brandon di acara peluncuran YouTube Music di Jakarta awal November lalu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X