6 Momen Penting Kementerian Kominfo di Sepanjang 2019

Kompas.com - 01/01/2020, 17:15 WIB
Rudiantara (kiri) dan Menkominfo baru, Johnny G Plate (kanan) di acara serah terima jabatan Menkominfo di Jakarta, Rabu (23/10/2019). KOMPAS.com/Gito Yudha PratomoRudiantara (kiri) dan Menkominfo baru, Johnny G Plate (kanan) di acara serah terima jabatan Menkominfo di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

KOMPAS.com - Kalender 2019 telah ditutup. Kini masyarakat telah memasuki tahun yang baru. Sepanjang tahun 2019 lalu, ada sejumlah momen penting yang terjadi di Tanah Air.

Beberapa momen tersebut cukup mengusik arus informasi dalam negeri sehingga harus melibatkan campur tangan Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo).

Masih ingat pembatasan internet di Papua Barat atau pembatasan aplikasi WhatsApp dan media sosial lain jelang pengumuman hasil Pemilu 2019?

Itu baru dua di antaranya. KompasTekno mencatat setidaknya ada enam momen penting Kominfo sepanjang tahun 2019.

1. Pembatasan WhatsApp dan media sosial

Setelah pengumuman hasil Pemilu 2019 lalu, konidisi Ibu Kota cukup tegang. Terjadi kerusuhan di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada tanggal 22 Mei 2019.

Kerusuhan pun meluas ke beberapa area di Jakarta.

Akibat kerusuhan tersebut, Kominfo mengklaim banyak hoaks dan berita bohong bertebaran di media sosial dan layanan perpesanan (messaging) WhatsApp.

Alhasil, Kominfo pun membatasi layanan tersebut, mulai tanggal 23-25 Mei 2019. Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika saat itu berujar, modus operandi penyebaran hoaks adalah dengan mengunggah video, meme, atau foto ke media sosial, seperti Facebook atau Instagram.

Sebab itulah, pengguna WhatsApp di Indonesia saat itu mengalami pelambatan saat mengunduh atau mengunggah video serta foto.

2. Pemblokiran internet di Papua dan Papua Barat

Lagi-lagi, dengan dalih membatasi pesebaran hoaks di media sosial dan layanan pesan instan, Kominfo lagi-lagi membatasi akses internet.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, saat ditemui seusai diskusi polemik bertajuk Enzo, Pemuda, dan Kemerdekaan di Jakarta Pusat, Sabtu (10/8/2019). KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTO Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, saat ditemui seusai diskusi polemik bertajuk Enzo, Pemuda, dan Kemerdekaan di Jakarta Pusat, Sabtu (10/8/2019).

Kali ini pembatasan dilakukan di Papua dan Papua Barat, buntut demo yang berujung kerusuhan pada akhir Agustus 2019. Pembatasan internet mulai dilakukan sejak 21 Agustus 2019.

"Saat ini lebih dari 300.000 konten hoaks dan hasutan yang masih tersebar di medsos kita. Dan ini mengkhawatirkan apabila dibuka," ujar Plt Kepala Biro Humas Kominfo Ferdinandus Setu saat dihubungi Kompas.com, Jumat (30/8/2019) ketika itu.

Akses internet dibuka secara bertahap mulai 5 September dan dibuka 85 persen pada 13 September 2019. Pemblokiran internet di Papua ini mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X