6 Momen Penting Kementerian Kominfo di Sepanjang 2019

Kompas.com - 01/01/2020, 17:15 WIB
Rudiantara (kiri) dan Menkominfo baru, Johnny G Plate (kanan) di acara serah terima jabatan Menkominfo di Jakarta, Rabu (23/10/2019). KOMPAS.com/Gito Yudha PratomoRudiantara (kiri) dan Menkominfo baru, Johnny G Plate (kanan) di acara serah terima jabatan Menkominfo di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Meski telah disahkan, aturan ini baru akan berlaku dalam waktu enam bulan ke depan atau baru akan dimulai pada bulan April 2020.

"Ada waktu 6 bulan, tidak immediate. Tidak ada perubahan di sisi pelanggan. Nanti setelah 6 bulan, baru ada. Itu pun kepada yang bawa ponsel dari luar saja," kata Rudiantara saat mengesahkan aturan tersebut bulan Oktober lalu.

5. Pergantian Menteri

Salah satu momen penting di tahun ini adalah pergantian menteri. Rudiantara, Menkominfo Kabinet Indonesia Kerja digantikan oleh Johnny G Plate yang masuk dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju.

Johnny resmi dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Menkominfo pada 23 Oktober lalu bersama jajaran menteri baru lainnya.

Berbeda dengan Chief RA, sapaan akrab Rudiantara, Johnny minim pengalaman profesional di industri informatika. Latar belakangnya adalah politisi Partai NasDem dan pengusaha di bidang perkebunan.

Tentu saja, sejumlah pekerjaan rumah peninggalan Chief RA kini harus diselesaikan oleh Johnny selama masa jabatannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

6. Pemblokiran situs film ilegal

Salah satu harapan masyarakat Indonesia akan menteri baru adalah minim pemblokiran. Sebab, Rudiantara seringkali dianggap sebagai menteri yang punya hobi "memblokir".

Selama masa jabatannya banyak aplikasi dan situs yang telah diblokir, termasuk pembatasan media sosial dan pembatasan internet di Papua.

Namun, belum resmi tiga bulan menjabat, Johnny sesumbar sudah memblokir 1.130 situs streaming film ilegal.

Baca juga: Situs Streaming Film IndoXXI Ditutup Januari 2020

Kebijakan ini mendapat respon yang kebanyaan negatif dari masyarakat. Sebab, menurut riset, sebagian besar penduduk Indonesia gemar mengonsumsi film dari platform ilegal.

Menurut survey yang dilakukan oleh YouGov untuk Coalition Against Privacy (CAP) dari Asia Video Industry Association, 63 persen konsumen online di Tanah Air ternyata gemar mengakses situs streaming atau torrent ilegal untuk menonton konten premium tanpa membayar biaya langganan.

Akibat kebijakan ini, salah satu situs streaming film ilegal populer yakni IndoXXI pun mengumukan penutupan layannya pada Januari 2020.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.