Harga Bitcoin Meroket Pasca-serangan Balasan Iran ke AS

Kompas.com - 08/01/2020, 14:31 WIB
Teknologi blockchain adalah solusi keamanan dan privasi, khususnya untuk keuangan berbasis internet yang dapat memproses perdagangan bernilai triliunan.  ShutterstockTeknologi blockchain adalah solusi keamanan dan privasi, khususnya untuk keuangan berbasis internet yang dapat memproses perdagangan bernilai triliunan.

KOMPAS.com - Tensi politik antara Iran dan Amerika Serikat ( AS) semakin memanas. Iran melancarkan serangan balasan menyusul tewasnya jenderal Iran, Qasem Soleimani, beberapa waktu lalu.

Guncangan politik ini mendongkrak harga komoditas, seperti emas dan minyak mentah. Tak hanya itu, harga Bitcoin pun turut melesat tajam di tengah ketegangan antara Iran dan AS.

Coindesk mencatat bahwa harga Bitcoin saat ini berada di kisaran angka 8.400 dollar AS (Rp 116,9 juta) pada Senin (7/1/2020) pukul 23.30 waktu AS atau pada Rabu (8/1/2020) pagi WIB.

Angka ini melesat tajam dari awal tahun yang berkisar di angka 8.080 dollar AS (Rp 112,5 juta). Bahkan, dalam 40 menit, kenaikan harga Bitcoin tertinggi bisa tembus mencapai 8.438 dollar AS (Rp 117,5 juta).

Itu artinya, harga Bitcoin dapat melonjak hingga sekitar 400 dollar AS (Rp 5,5 juta). Saat berita ini ditulis, harga bitcoin mencapai 8.350 dollar AS (Rp 116,2 juta).

Dirangkum KompasTekno dari Coindesk, Rabu (8/1/2020), Joshua Green, kepala perdagangan di Digital Asset Capital Management, memastikan bahwa selain Bitcoin, harga emas, dan minyak mentah juga naik tajam, sebagai respons terhadap serangan Iran ke AS.

Baca juga: Trump Sebut Libra dan Bitcoin Bukan Uang

Hal ini tidak terlalu mengejutkan. Pasalnya, Bitcoin dianggap sebagai safe haven asset, layaknya emas atau minyak mentah.

Artinya, aset ini akan dinilai sangat tinggi apabila terjadi suatu krisis karena menjadi komoditas paling dicari. Hal ini berbeda dengan uang yang investasinya lebih berisiko jika terjadi krisis.

Baca juga: Sama-sama Uang Virtual, Apa Bedanya Libra Dengan Bitcoin?

Minyak mentah disebut naik 1.2 persen ke angka 63 dollar AS per barrel (Rp 877.325), sedangkan harga emas naik 2,19 persen ke angkat 1.608/troy ons.

Ketegangan politik ini dimanfaatkan Bitcoin untuk memperkuat posisinya sebagai safe haven asset, setidaknya di segmen cryptocurrency. Selain Bitcoin, Ethereum juga naik 1,47 persen menjadi 144 dollar AS.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber CoinDesk
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X