Netflix Dianggap Permudah Sineas Indonesia untuk Go Internasional

Kompas.com - 09/01/2020, 19:09 WIB
Ilustrasi aplikasi Netflix di smartphone. KOMPAS.com/Bill ClintenIlustrasi aplikasi Netflix di smartphone.

JAKARTA, KOMPAS.com - Layanan streaming film digital seperti Netflix, tidak hanya memudahkan orang-orang untuk menonton film. Platform ini juga dianggap membuka jalan sineas untuk tampil di kancah internasional.

Hal tersebut diakui oleh sutradara dan produser film, Timo Tjahjanto. Menurut pria yang menyutradarai film The Night Come for Us ini, rata-rata paltform digital yang populer cakupannya berskala global.

"Ketika saya membuat film The Night Come for Us, lalu Sebelum Iblis Menjemput, saya sangat merasakan bahwa Netflix membantu saya untuk terekspos ke dunia internasional. Bukan saya, tapi lebih ke filmnya sendiri," ungkap Timo.

Film yang tayang pada tahun 2018 lalu ini menjadi film original Netflix pertama yang berasal dari Indonesia.

Timo mengaku, sebelum platform digital hadir, jalan menuju dunia internasional hanya bisa ditempuh melalui partisipasi di festival film, yang harus melalui tahap seleksi ketat terlebih dahulu.

Baca juga: Netflix Investasi Rp 14 Miliar untuk Pengembangan Sineas Indonesia

Platform digital, kata Timo, memberikan sesuatu yang instan dan gengsi secara bersamaan. Terutama saat di media sosial, banyak orang-orang dari negara lain membicarakan fim-film Indonesia di Netflix.

"Jadi jelas bahwa Netflix itu menjadi salah satu cara bagi talent-talent kita untuk ke dunia luar dan itu saya sangat berterima kasih banyak," ujar Timo.

Menambah pendapatan

Tidak hanya mendapatkan perhatian di kancah internasional secara instan, platform digital juga menjadi sumber pendapatan baru bagi para pembuat film.

Timo mengaku penjualan film dari platform digital sangat membantu. Hal senada juga dikatakan oleh produser film Tabula Rasa, Sheila Timothy.

"Jadi kita tidak hanya mengandalkan pada bisokop saja, tapi juga dari pintu lain," kata Sheila.

Lala, panggilan akrab Sheila, mengatakan bahwa pendapatan dari platform digital kini bahkan menyalip pendapatan dari penayangan film di televisi.

Baca juga: Menkominfo Imbau Netflix Perbanyak Konten Lokal dari Indonesia

"Padahal kalau 2016 televisi swasta atau televisi tak berbayar jadi penghasilan kedua setelah bisokop, karena OTT (paltform digital over the top) sudah naik," ungkap Sheila saat ditemui di kantor Kemendikbud, Kamis (9/1/2020). 

Lala, yang juga aktif di Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI), mengatakan ada banyak hal yang mendorong peningkatan pendapatan film dari platform digital.

Selain distribusi film yang semakin besar karena semakin banyak platform digital, meningkatnya kecepatan internet dan makin banyaknya pengguna juga ikut mendongkrak hal tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.