Waspada Upaya Penipuan di Bukalapak, Begini Cara Mencegahnya

Kompas.com - 10/01/2020, 16:28 WIB
Ilustrasi kegiatan phishing VadeSecureIlustrasi kegiatan phishing

KOMPAS.com - Penipuan jenis phising dengan metode social engineering yang mengelabui korban agar melakukan tindakan tertentu kembali marak. Kali ini yang menjadi mediumnya adalah layanan populer seperti ojek online dan e-commerce.

Misalnya, seperti yang diceritakan oleh pengguna Twitter dengan handle @punya_ulil, Desember lalu. Dia mengisahkan seorang keluarga tertipu oknum pelapak yang memintanya agar login di situs lain di luar Bukalapak, dengan dalih untuk keperluan asuransi.

Situs mencurigakan yang tampilannya dibuat supaya mirip web Bukalapak itu ternyata meneruskan username dan password korban ke oknum penipu.

Usai mendapatkan dua informasi tersebut, pelaku bisa leluasa masuk ke akun Bukalapak korban dan menguras dana.

"Dengan berkedok klaim asuransi, pelapak penipu  mengirimkan link (menuju website palsu) yang bisa membajak akun kalian," kicau @punya_ulil.


Berdasar utas percakapan yang berlangsung antara @punya_ulil dan layanan konsumen Bukalapak di akun @BukaBantuan, kasus ini sudah dilaporkan dan sedang ditangani oleh pihak e-commerce terkait menjelang akhir tahun lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, kasus di atas bukan satu-satunya karena beberapa warganet pun melaporkan kejadian serupa yang juga mengatasnamakan Bukalapak.

Baca juga: Ditipu Lewat Aplikasi, Pengguna Gojek Kehilangan Rp 28 Juta

Pengguna Twitter lain bernama @galih_iler mengalami peristiwa yang mirip. Dia diminta mengunjungi situs berkedok asuransi pengiriman untuk pesanannya di Bukalapak.

Meski tautannya berbeda, kemungkinan modusnya sama dengan yang dialami @punya_ulil.


KompasTekno telah menghubungi Bukalapak untuk mengkonfirmasi perihal upaya penipuan oleh oknum pelapaknya atau pihak lain yang mengatasnamakan Bukalapak, tapi belum memperoleh tanggapan. 

Saat ini modus penipuan berbentuk phishing tengah mengancam pengguna media sosial dan e-commerce. Hingga saat ini terhitung tak sedikit jumlah pengguna yang telah menjadi korban.

Dalam menjalankan modusnya, biasanya penipu berpura-pura menjadi pihak e-commerce yang terkait dengan menghubungi korban melalui SMS, telepon dan Whatsapp.

Langkah pengamanan

Pakar keamanan siber, Alfons Tanujaya dari Vaksincom selaku perusahaan keamanan dan data recovery mengatakan, otentifikasi dua langkah dapat dilakukan untuk mencegah penipuan bermodus phishing.

Otentikasi dua langkah dapat diaktifkan pada akun Bukalapak yang dapat diaktifkan melalui ponsel ataupun komputer pengguna.

Untuk mengaktifkan otentikasi dua langkah pada ponsel, pertama-tama, pengguna perlu masuk ke akun Bukalapak dan memilih menu Profil dan pilih "Pengaturan".

Baca juga: Bukalapak Bantah Jutaan Akun Penggunanya Dicuri Hacker

Dalam menu pengaturan, pilih "otentikasi dua langkah" dan aktifkan dengan menggeser tombol hingga berubah menjadi warna merah.

Jika sebelumnya pengguna belum pernah melakukan konfirmasi nomor ponsel, maka sistem akan meminta kode OTP yang terdiri dari 6 angka yang dikirimkan melalui nomor ponsel terdaftar.

Lanjutkan dengan memilih "Kirim Kode Otentifikasi"

Selanjutnya, pengguna harus memasukkan kode OTP yang dikirimkan pihak Bukalapak melalui SMS pada nomor ponsel yang sebelumnya telah didaftarkan dan pilih "Simpan".

Langkah Otentifikasi 2 Langkah pada DesktopKOMPAS.com/ KEVIN RIZKY PRATAMA Langkah Otentifikasi 2 Langkah pada Desktop

Untuk pengguna desktop, pastikan telah masuk ke dalam akun Bukalapak, lalu pada ikon "profil" pilih "pengaturan".

Pilih tab "akun" dan pada bagian "otentikasi dua langkah" lalu pilih "aktifkan".

Alfons juga menambahkan, apabila pengguna telah terlanjur memasukkan informasi akunnya kedalam tautan phishing, maka sangat disarankan agar Anda menghubungi pihak Bukalapak untuk mengganti password.

Setelahnya, segera hubungi pihak bank terkait mengenai riwayat transaksi Anda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.