FAA dan EASA Uji Keselamatan Terbang B737 MAX 15 Januari

Kompas.com - 12/01/2020, 14:04 WIB
B737 MAX 8 Lion Air di pabrik Boeing di Everett, Washington, AS. BoeingB737 MAX 8 Lion Air di pabrik Boeing di Everett, Washington, AS.

KOMPAS.com - FAA (Otoritas penerbangan Amerika Serikat) dan EASA (otoritas penerbangan Eropa) akan melakukan uji keselamatan terbang pesawat Boeing 737 MAX pada 15 Januari 2020.

Menurut sumber dalam industri, dikutip KompasTekno dari Indian Express, Minggu (12/1/2020), Federal Aviation Administration (FAA) dan European Aviation Safety Agency (EASA) akan melakukan uju terbang B737 MAX di Amerika Serikat.

Keduanya akan menerjunkan sejumlah ahli dalam berbagai bidang keselamatan untuk mengevaluasi pesawat tersebut.

Sebelumnya, maskapai American Airlines juga telah memperpanjang pembatalan pengoperasian B737 MAX hingga 15 Januari. Namun apakah B737 MAX boleh terbang komersil setelah 15 Januari belum bisa dipastikan.

Baca juga: Boeing Setop Produksi Jenis Pesawat yang Dipakai Lion Air JT610

Sebab, FAA dan EASA baru melakukan uji keselamatan pada tanggal tersebut, dan tentunya membutuhkan waktu untuk evaluasi, apakah pesawat sudah memenuhi aspek keselamatan dan layak terbang atau belum.

Gara-gara MCAS

Boeing 737 MAX sendiri telah dilarang terbang di seluruh dunia setelah dua kecelakaan yang terjadi dalam kurun 6 bulan, yakni Lion Air JT610 pada Oktober 2018 dan Ethiopian ET302 pada Maret 2019.

Penyelidikan dari kedua kecelakaan menyimpulkan software MCAS (Maneuvering Characterictics Augmented System) memiliki kontribusi besar sebagai faktor penyebab.

Fitur ini bekerja secara otomatis, meski pesawat terbang manual (autopilot mati). Tujuannya memproteksi pesawat dari manuver yang berbahaya, seperti mengangkat hidung pesawat terlalu tinggi, sehingga mengakibatkan stall.

Baca juga: Ini Fitur yang Dirahasiakan Boeing, Berkontribusi pada Kecelakaan Lion Air JT610?

Namun, fitur otomatisasi tersebut saat itu belum banyak diketahui pilot-pilot B737 MAX, karena tidak tercantum dalam buku manual operasi.

Boeing sendiri telah melakukan perbaikan di software MCAS, dan melakukan pengujian secara internal.

Dari hasil pengujian tersebut, pilot-pilot Boeing 737 MAX kini juga direkomendasikan untuk belajar di simulator lebih dahulu.

Sebelumnya, pilot-pilot yang akan menerbangkan B737 MAX hanya wajib mempelajari sistem pesawat itu lewat silabus yang diberikan lewat iPad, yang bisa dipelajari dalam satu jam saja.

Namun, materi yang diberikan di iPad itu tidak menyebut adanya fitur MCAS (Maneuvering Characterictics Augmented System), yang menjadi biang keladi kecelakaan Lion Air JT610 dan Ethiopian ET302.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X