Google Tak Lagi Jadi Mesin Pencari Utama di Ponsel Android di Eropa

Kompas.com - 14/01/2020, 18:54 WIB
ilustrasi Google 9to5google.comilustrasi Google

KOMPAS.comGoogle tidak akan menjadi satu-satunya mesin pencari yang menjadi pilihan utama di smartphone Android, yang beredar di Eropa.

Pasalnya, Google akan mengizinkan pengguna Android di Eropa untuk memilih browser default dan mesin pencarinya sendiri saat memasang perangkat baru mereka untuk pertama kalinya.

Hal ini dilakukan guna mematuhi aturan dari Komisi Uni Eropa terkait Android. Dihimpun KompasTekno dari CNBC, Selasa (14/1/2020), di tahun 2018 Google didenda 5 miliar dollar AS (sekitar Rp 68 triliun) oleh Regulator Uni Eropa.

Hal itu dikarenakan Google dianggap telah melakukan praktik monopoli mesin pencarian di ponsel, tanpa menyediakan alternatif.

Baca juga: Pembuat TikTok Luncurkan Layanan Mesin Pencari Pesaing Baidu

Selain harus membayar denda, Regulator Uni Eropa juga meminta Google untuk menyediakan mesin pencari (search engine) alternatif bagi pengguna Android di Uni Eropa.

Kendati demikian, Google juga telah mengajukan banding atas keputusan tersebut. Alternatif mesin pencari selain Google nantinya akan ditentukan melalui proses penawaran.

Google akan mengadakan lelang untuk memilih penyedia layanan yang akan ditampilkan di layar pilihan untuk pengguna berdasarkan tiap negara.

Pada saat lelang digelar, penyedia layanan akan menyatakan harga yang mereka bayarkan setiap kali pengguna memilih mereka dari layar pilihan di negara tertentu.

Nantinya setiap negara akan memiliki batas tawaran minimum. Tiga penawar tertinggi yang memenuhi tawaran untuk negara tertentu akan muncul di layar pilihan untuk negara itu.

Meski Google mengganggap hal ini merupakan metode yang adil dan obyektif, namun
kegiatan lelang ini menimbulkan beberapa kontra dan menuai kritik.

Baca juga: Dibanding Google, Bing Lebih Pintar Cari Gambar

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber CNBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X