Foto Hasil "Photoshop" Jadi Korban Kebijakan Baru Instagram

Kompas.com - 15/01/2020, 08:18 WIB
Ilustrasi logo Instagram pada ponsel yang terletak di atas laptop EngadgetIlustrasi logo Instagram pada ponsel yang terletak di atas laptop
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - Instagram dilaporkan sudah mulai melakukan penyisiran terhadap konten-konten palsu ( hoaks) di platformnya. Penyisiran juga menyasar aneka gambar yang tidak sesuai aslinya atau dimanipulasi menggunakan aplikasi edit foto.

Hal ini diketahui dari sebuah postingan Instagram yang diunggah oleh akun MIX Society yang ternyata terkena "razia" Instagram lantaran dituding sebagai foto hoaks.

Foto yang ditandai Instagram sebagai "unggahan yang tidak akurat" ini didapati oleh seorang fotografer profesional, Toby Harriman saat sedang mengakses linimasa.

Unggahan tersebut menggambarkan sosok seorang pria yang tengah berdiri dan memandang sejumlah bukit berwarna bak pelangi. Berikut penampakannya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

???????????? Would you rather be here right now? ???? • ????: DM for credit • ???? Follow for more! @mixsociety_ · · ·

A post shared by MIX Society (@mixsociety_) on Jan 10, 2020 at 8:02pm PST

Awalnya unggahan ini saat muncul di linimasa Toby dalam keadaan tertutup dengan tampilan berwarna hitam bertuliskan "False Information". Foto ini bisa dilihat Toby dengan mengklik menu "See post".

Foto tersebut sempat dianggap palsu oleh Instagram karena menggambarkan pemandangan dengan warna yang telah dimanipulasi. Alasannya bisa jadi karena gambar asli dengan pemandangan tidak bakal berwarna seperti terlihat dalam foto itu.

Hal ini pun menimbulkan pertanyaan, apakah foto yang diedit menggunakan aplikasi edit foto, misalnya seperti Adobe Photoshop, bakal dianggap palsu oleh Instagram?

Baca juga: 9 Aplikasi Kamera Sekaligus Edit Foto di Android dan iOS

Sayangnya, jawaban dari pertanyaan tersebut belum bisa diketahui, kecuali Instagram membeberkan kebijakannya secara lebih jelas lagi terkait unggahan yang dianggap hoaks, berikut cara kerja para pengecek fakta (fact checkers).

Namun, menurut Toby, Instagram disebut sedikit berlebihan kalau memang mereka menganggap foto yang ditujukan untuk konsumsi seni sebagai hoaks dan ujung-ujungnya tidak bisa dipajang secara gamblang di Instagram.

Baca juga: Cara Menghapus atau Menyimpan Stories di Instagram

Sudah direncanakan sejak tahun lalu

Sebelumnya, pihak Instagram memang sudah mencanangkan kebijakan penandaan konten ini sejak tahun lalu. Hal itu dilakukan untuk memerangi peredaran hoaks di platform besutan Facebook ini.

Pihak Instagram, dengan bantuan fact checkers pihak ketiga, nantinya bakal menandai foto dan video yang terindikasi hoaks dengan cara memburamkannya supaya tidak bisa dilihat oleh pengguna lain.

Sebuah label turut disematkan untuk memberitahukan pengguna bahwa posting terkait memuat informasi ngawur, berikut tombol "See Why" yang bisa diklik untuk melihat alasan mengapa posting tersebut ditandai sebagai hoaks.

Meski masih bisa dilihat dengan mengklik tombol "See post", konten tersebut tidak akan bisa dicari lantaran tidak akan muncul di halaman "Explore" dan "Hashtag", sebagaimana dirangkum KompasTekno dari PetaPixel, Rabu (15/1/2020).

Baca juga: Sebanyak Inikah Jumlah Pengguna Instagram di Indonesia?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X