Bos Kontroversial Mundur dari Perusahaan Induk Google

Kompas.com - 15/01/2020, 13:12 WIB
David Drummond, kepala petugas hukum Alphabet, pensiun KOMPAS/Putri Zakia SalsabilaDavid Drummond, kepala petugas hukum Alphabet, pensiun

KOMPAS.com - Chief Legal Officer Alphabet David Drummond akan mundur dari perusahaan  pada 31 Januari mendatang. Drummond mengatakan bahwa langkah pensiunnya ini sudah dipertimbangkan dengan matang.

Drummond mundur tak berapa lama setelah pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin, meninggalkan posisi masing-masing di perusahaan induk Google tersebut.

Baca juga: Larry Page Mundur, Sundar Pichai Jadi CEO Perusahaan Induk Google

"Saya percaya bahwa ini juga waktu yang tepat bagi saya untuk memberi jalan bagi generasi pemimpin berikutnya,” tulisnya melalui memo internal kepada para karyawan Alphabet.

Drummond adalah salah satu petinggi yang paling berpengaruh di perusahaan. Ia bergabung dengan Google pada tahun 2002 dan menjabat sebagai Chief Legal Officer.

Sepanjang kiprahnya, Drummond sempat menyelesaikan beberapa permasalahan legal yang pelik di internal perusahaan Google, seperti keputusan terkait "right to be forgotten" di Eropa dan keputusan Google untuk keluar dari China pada 2010.

Pada beberapa bulan terakhir, baik sebelum maupun sesudah kepergian Larry Page, Drummond telah menjual lebih sahamnya di Google dengan nilai lebih dari 200 juta dollar AS.

Dia masih menguasai lebih dari 67.000 lembar saham Google dengan nilai sekitar 95 juta dollar AS, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Forbes, Rabu (15/1/2020).

Kontroversial karena perselingkuhan

Di Google, Drummond adalah tokoh yang kontroversial karena cerita perselingkuhannya dengan beberapa pegawai wanita di Google. Misalnya yang dikisahkan oleh seorang mantan pegawai bagian legal bernama Jennifer Blakely.

Baca juga: Kisah Asmara di Balik Mundurnya Bapak Android dari Google

Drummond sempat diselidiki secara internal di Google atas dugaan sexual misconduct. Ada tudingan bahwa Google sengaja melindungi penyelewengan yang dilakukan eksekutif atas seperti Drummond sehingga memicu protes besar-besaran dari pegawai pada 2018.

Halaman:


Sumber Forbes
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X