Apple Bikin Robot Penambang Logam Mineral dari Limbah iPhone

Kompas.com - 16/01/2020, 11:17 WIB
Ilustrasi Apple Channel NewsIlustrasi Apple

KOMPAS.com - Sebagai salah satu produsen smartphone, Apple tak hanya menciptakan terobosan untuk produk-produknya. 

Vendor smartphone yang bermarkas di Cupertino, Amerika Serikat ini juga membuat inovasi dalam hal pengolahan limbah.

Untuk dapat bisa mendaur ulang komponen iPhone bekas, Apple membuat sebuah robot bernama Daisy. Robot ini bertugas membongkar komponen iPhone agar bahan logam mineral yang ada pada ponsel dapat diolah kembali.

Saat ini kondisi, industri elektronik secara global memang sedang mengalami peningkatan permintaan. Alhasil bahan tambang seperti mineral yang jadi salah satu bahan pembuat ponsel juga masih banyak diminati.

Apple pun menyadari hal ini. Perusahaan ini juga membutuhkan sumber mineral baru juga diperlukan untuk proses produksi iPhone miliknya. Sehingga, dibuatlah Daisy agar komponen iPhone bekas yang masih bisa diolah kembali tidak terbuang dengan percuma.

Baca juga: Apple Ganti Casing Baterai iPhone yang Cacat, Gratis!

"Kami tidak bersaing dengan pihak tambang. Tidak ada yang perlu ditakuti perihal pengembangan ini", ungkap Lisa Jackson, selaku Vice President of Environment, Policy and Social Initiatives Apple.

Penampakan Daisy, robot yang mampu mendaur ulang komponen iPhoneApple Penampakan Daisy, robot yang mampu mendaur ulang komponen iPhone
Daisy sendiri merupakan robot raksasa dengan ukuran panjang lebih dari 18 meter. Robot ini ditempatkan di gudang sederhana di pinggiran Austin, Texas.

Sebagai robot pengolah limbah, Daisy dapat memisahkan komponen mineral pada sebanyak 200 unit iPhone tiap jamnya.

Dirangkum KompasTekno dari GadgetsNow pada Kamis, (16/1/2020), dalam prosesnya Daisy akan memisahkan 14 kandungan mineral dalam iPhone, termasuk lithium, untuk diekstrak dan didaur ulang kembali.

Pertama-tama, Daisy melepas baterai iPhone dengan suhu -80 derajat Celcius. Selanjutnya Daisy akan mencopot seluruh sekrup dan modul yang ada termasuk modul haptic, komponen yang membuat iPhone bergetar.

Nantinya, komponen-komponen ini akan dikirim ke tambang untuk diekstrak lagi dan disempurnakan prosesnya.

Baca juga: 2019 Jadi Tahun Kejayaan Bisnis Software Apple

Saat ini pihak Apple pun tengah mempertimbangkan untuk membagikan penemuan ini pada publik, khususnya pada industri pembuat mobil listrik.

Meskipun banyak mendapat tanggapan positif namun banyak juga pihak yang memandang Daisy dengan skeptis.

"Ada pandangan yang percaya bahwa mereka dapat memperoleh semua mineral mereka kembali, dan hal tersebut tidaklah mungkin", kata Kyle Wiens selaku Chief Executive of iFixit, sebuah perusahaan advokasi dibidang perbaikan elektronik.

Namun jika benar bahwa Daisy mampu beroperasi dalam skala besar, maka robot ini ditengarai bisa berperan penting dalam mengubah masa depan sektor industri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X