Huawei Gandeng TomTom Garap Peta Digital Pengganti Google Maps

Kompas.com - 20/01/2020, 20:02 WIB
Booth Huawei di MWC 2019. KOMPAS.com/Gito Yudha PratomoBooth Huawei di MWC 2019.

KOMPAS.com - Sejak masuknya nama Huawei ke dalam daftar hitam perdagangan Amerika Serikat, vendor teknologi asal China ini tak lagi bisa membeli software dan hardware dari perusahaan Amerika Serikat. 

Karena kebijakan ini pula, Huawei tak dapat menggunakan layanan Google Mobile Service (GMS) pada ponselnya. Layanan GMS sendiri antara lain Gmail, Photos, Google Play Store, dll.

Salah satu dari layanan GMS yang tak bisa digunakan oleh Huawei adalah Google Maps. Oleh karena itulah, Huawei dikabarkan menggandeng TomTom untuk menggarap layanan peta digital sebagai pengganti Google Maps.

Hal tersebut diutarakan oleh pihak TomTom. Menurut mereka, kerja sama ini sudah dikesepakatan oleh kedua perusahaan. 

Juru bicara TomTom, Remco Meerstra, mengatakan kesepakatan telah disetujui beberapa waktu lalu. Namun kerja sama ini belum diumumkan kepada publik oleh perusahaan.

Kendati demikain, Meerstra enggan memberikan perincian lebih lanjut tentang isi perjanjian kerja sama tersebut.

TomTom, yang sedang beralih dari menjual perangkat ke menawarkan layanan perangkat lunak, menjual divisi telematika ke Bridgestone Jepang tahun lalu untuk fokus pada bisnis terkait peta digital.

Baca juga: Pendapatan Huawei Dilaporkan Tetap Naik Meskipun Diblokir AS

Dihimpun KompasTekno dari Reuters, Senin (20/1/2020), melalui kesepakatan tersebut, berarti Huawei nantinya dapat menggunakan layanan peta, informasi lalu lintas, dan navigasi milik TomTom untuk mengembangkan aplikasi pada smartphone-nya.

Untuk diketahui, TomTom pun kabarnya tengah banting stir model bisnis dari yang sebelumnya menjual perangkat, menjadi menjual jasa dan layanan perangkat lunak.

Pada tahun lalu, TomTom menjual divisi telematika mereka ke Bridgstone dengan tujuan ingin
fokus pada bisnis terkait peta digital.

Seperti diketahui sebelumnya, kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang melarang Huawei membeli komponen software dan hardware dari perusahaan yang berasal dari AS, membuat Huawei cukup kerepotan.

Baca juga: Huawei Disebut Akan Luncurkan Penerus Mate X di Kuartal III 2020

Huawei masuk dalam daftar bernama " Entity List" lantaran karena dianggap dapat mengancam keamanan nasional AS.

Hal itulah yang menyebabkan Huawei tidak bisa menggunakan layanan-layanan inti Google, termasuk Google Maps, Chrome, dan YouTube pada smartphone buatannya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X