Pelajaran dari Pencurian SIM Card Indosat Ilham Bintang, Jangan Andalkan SMS

Kompas.com - 21/01/2020, 21:41 WIB
Ilustrasi: pixabay KOMPAS.Com/ELSA CATRIANAIlustrasi: pixabay

Pertama, Para penipu dapat membobol melalui rekayasa sosial dengan mengelabui sedemikian rupa pemilik akun, supaya mendapatkan akses pada kode TFA/OTP seperti kasus Maia Estianty di Go-pay.

Baca juga: 3 Saran Gojek untuk Menghindari Penipuan

Kedua, Penipu juga dapat mengambil alih kartu SIM ke operator. Namun, sebenarnya tindakan ini berisiko bagi penipu, karena harus berhubungan langsung dengan pihak provider. Namun, apabila pihak provider teliti, maka oknum sangat mudah tertangkap.

Ketiga, Hindari penggunaan kartu prabayar jika digunakan untuk persetujuan transaksi perbankan TFA/OTP karena rentan diambil alih atau didaur ulang dan pemiliknya lupa mengalihkan nomor teleponnya.

"Jadi setiap kali ganti nomor telepon, pastikan kalau nomor telepon ke penyedia kartu kredit atau internet banking sudah di-update, jika tidak maka nomor tersebut akan rentan disalahgunakan,"ujar Alfons.

Metode kejahatan kriminal digital kini tengah marak terjadi, tak jarang para penipu melakukan metode SIM swap atau phising (pengelabuan untuk mendapatkan informasi rahasia).

Kedua metode ini jika dipakai bersamaan, akan sangat merugikan. Pasalnya, metode phising dapat dipakai mengakses informasi-informasi, sedangkan SIM swap dapat mengakses akun korban hingga nomor rekening bank.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kasus Ilham Bintang, Kominfo: Indosat Tak Ikuti SOP

Alfons mengatakan penggunaan verifikasi melalui nomor telepon dapat mencelakai pemilik akun apabila penipu mencuri dan menguasai nomor telepon korban.

Hal ini mengakibatkan potensi perubahan akses akun dan perubahan kredensial (informasi rahasia) terjadi.

Tetapi Alfons juga memahami bahwa secara teknis, masyarakat lebih menyukai penggunaan nomor telepon (SMS) dibandingkan penggunaan e-mail atau TFA lainnya.

 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.