Harga Canon G7X Mark III di Indonesia dan Bedanya dengan Mark II

Kompas.com - 22/01/2020, 19:20 WIB
Perbandingan kamera Canon Powershot G7x Mark III dan Mark II. OIK YUSUF/KOMPAS.comPerbandingan kamera Canon Powershot G7x Mark III dan Mark II.
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Menjelang akhir tahun lalu, PT Datascrip selaku distributor produk-produk Canon mulai memasarkan kamera saku premium PowerShot G7X Mark III di Indonesia.

Perangkat tersebut dibanderol seharga Rp 9.900.000, lebih mahal dibandingkan pendahulunya, G7X Mark II, yang dijual Rp 7.500.000 pada saat pertama kali dipasarkan pada 2016.

Baca juga: Canon G7X Mark II Resmi Masuk Indonesia

Di balik harga yang lebih tinggi itu, Canon menambah sejumlah fitur baru yang menambah kegunaan dari G7X Mark III dibanding Mark II.

Berikut ini di antaranya, berdasarkan penelusuran KompasTekno terhadap kedua kamera.

Microphone input

Berbeda dari kamera terdahulu yang hanya mengandalkan mikrofon internal, G7X Mark III kini dibekali input mikrofon berupa jack audio 3,5mm.

Konektor tersebut memungkinkan pengguna G7X Mark III menambah berbagai macam mikrofon eksternal untuk meningkatkan kualitas rekaman suara, mulai dari jenis shotgun hingga clip on.

Kamera ini pun jadi lebih mumpuni untuk digunakan merekam video, termasuk ketika vlogging. Masalah seperti wind noise, ambience noise, dan jarak pembicara yang terlalu jauh bisa diatasi dengan mikrofon eksternal.

G7X Mark III tidak memiliki hotshoe, tapi mikrofon bisa ditempatkan di samping kamera dengan membeli aksesori plate cold shoe yang banyak dijual di pasaran.

Selain itu, G7X Mark III turut menyediakan pengaturan level audio secara manual untuk membantu perekaman dari mic yang tidak memiliki fitur ini.

USB type-C

Canon mengganti konektor micro USB pada G7X Mark II menjadi USB tipe C pada G7X Mark III. Port ini bisa digunakan untuk mengisi baterai kamera dengan powerbank atau charger ponsel.

Namun, ada syarat yang mesti dipenuhi, yakni pengguna mesti memakai kabel USB tipe C ke USB tipe C dengan dukungan standar USB Power Delivery (PD). Demikian juga powerbank atau charger yang mesti mendukung USB PD.

G7X Mark III tetap bisa dioperasikan selagi baterainya diisi lewat kabel USB tipe-C.

4K dan Slow Motion

Kemampuan video G7X Mark III turut ditingkatkan dan kini telah mendukung resolusi hingga 4K (3.840 x 2.160) 25/ 30 FPS tanpa crop dan perekaman slow motion di resolusi Full-HD (1.920 x 1.080) 100/ 120 FPS.

Video direkam dalam format MP4. Durasi maksimum untuk tiap klip adalah 9 menit 59 detik untuk 4K dan 29 menit 59 detik untuk Full-HD.

Canon turut menyematkan fitur Dynamic IS untuk meredam goyangan saat merekam video, misalnya ketika kamera digunankan sambil berjalan. Terdapat tiga tingkat setting, yakni “Low”, “Standard”, dan “High”.

Semakin tinggi setelannya, video akan semakin bebas goyangan, tapi juga mengalami crop yang lebih besar, dan kualitas gambar pun menurun dengan menjadi lebih soft.

Video Vertikal dan Live Streaming

Dua fitur ini mengesankan usaha Canon untuk merangkul konsumen dari kalangan pengguna smartphone penggemar media sosial.

G7X Mark III bisa menyematkan informasi ke file video apabila perekaman dilakukan secara vertikal. Dengan demikian, ketika ditransfer ke ponsel, video akan otomatis diputar dalam orientasi portrait sehingga bisa langsung diunggah ke medsos seperti Instagram Stories.

Pengguna juga bisa melakukan live streaming YouTube lewat G7X Mark III dengan menyambungkan kamera ke ponsel.

Sebelum bisa melakukan siaran langsung, pengguna mesti membuat akun dulu di layanan Canon Image Gateway agar bisa terhubung ke akun YouTube. Video bisa disiarkan dalam resolusi Full HD dan membutuhkan kecepatan internet setidaknya 6 Mbps.

Grip lebih besar

Perubahan yang satu ini mungkin terdengar sepele, tapi terasa kentara saat kamera berada di tangan

G7X Mark III memiliki bentuk grip yang mirip dengan Mark II, tapi ukurannya lebih besar dan lebih mantap saat digenggam.

Selain hal-hal di atas, Canon turut menerapkan beberapa perubahan atau komponen baru lain. Misalnya bagian control ring di sekeliling lensa kini tidak menyediakan pilihan untuk gerakan dengan atau tanpa klik.

Prosesor gambar G7X Mark III diperbarui menjadi Digic 8. Rentang sensitivitasnya ISO 125 hingga 12.800 (native).

Bagian penangkap gambar masih sama dengan sebelumnya, yakni sensor 1 inci 20 MP stacked CMOS dengan lensa zoom 24-100mm (ekuivalen full-frame) berbukaan f/1.8-2.8.

Perbandingan spesifikasi Canon PowerShot G7X Mark III dan Mark II dapat dilihat dalam tabel di bawah. Simak juga ulasan G7X Mark III dalam video di tautan berikut.

  Canon PowerShot G7X Mark III Canon PowerShot G7X Mark II
Kategori Kamera saku premium Kamera saku premium
Dimensi 105 x 61 x 41mm, 304 gram (termasuk baterai) 106 x 61 x 42mm, 318 gram (termasuk baterai)
Tipe Sensor 1 inci, BSI-CMOS, 20,2 MP 1 inci, BSI-CMOS, 20,2 MP
Prosesor Digic 8 Digic 7
Lensa 24-100mm (ekuiv. full-frame), f/1.8-2.8, OIS 24-100mm (ekuiv. full-frame), f/1.8-2.8, OIS
Sensitivitas ISO 125-12.800 (native) ISO 125-12.800 (native)
Layar TFT Touchscreen, 3 inci, articulated, 45 derajat ke bawah, 180 derajat ke atas TFT Touchscreen, 3 inci, articulated, 45 derajat ke bawah, 180 derajat ke atas
Viewfinder Tidak ada Tidak ada
Kec. rana minimum 30 detik 30 detik
Kec. rana maksimum 1/2000 detik (mekanik), 1/25600 detik (elektronik) 1/2000 detik
Autofokus Contrast-detect, 31 titik dengan face detect dan subject tracking, single AF dan servo AF Contrast-detect, 31 titik dengan face detect dan subject tracking, single AF dan servo AF
Burst speed 30 FPS (tanpa servo AF), 8 FPS (dengan servo AF) 8 FPS (tanpa servo AF), 5,4 FPS (dengan servo AF)
Flash built-in Ada, 7m Ada, 7m
ND filter built-in Ada, 3-stop Ada, 3-stop
Format video MPEG-4, H.264 MPEG-4, H.264
Resolusi video 3.840 x 2.160, 25/30 FPS
1.920 x 1.080, 25/30/50/60/100/120 FPS
1.280 x 720, 50/60 FPS
1.920 x 1.080, 24/30/60 FPS
1.280 x 720, 30 FPS
640 x 480, 30 FPS
USB  Tipe-C 3.1, USB charging  Micro 2.0, USB charging
Mic. input  Ada, 3,5mm  Tidak ada
HDMI  Ada (micro HDMI)  Ada (micro HDMI)
Wireless  Wi-Fi 802.11b/g/n, Bluetooth  Wi-Fi 802.11b/g/n, NFC
Baterai  NB-13L, 235 shot (rating CIPA)  NB-13L, 265 shot (rating CIPA)
Harga  Rp 9.900.000 (Januari 2020)  Rp 6.950.000 (Januari 2020)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X