Indonesia Diancam Sanksi Dagang AS karena Film Bajakan, Ini Saran KADIN

Kompas.com - 29/01/2020, 11:47 WIB
Ilustrasi streaming film di laptop. ShutterstockIlustrasi streaming film di laptop.

KOMPAS.com - Aliansi internasional perlindungan hak atas intelektual ( HAKI), yakni International Intellectual Property Alliance (IIPA) mengancam Indonesia jika tidak mampu memberantas peredaran situs pembajakan film dan musik ilegal.

IIPA mengancam akan meminta pemerintah AS untuk memberikan sanksi dagang untuk Indonesia, jika tidak ada kemajuan berarti dalam pemberantasan platform hiburan bajakan.

Sanksi dagang yang diusulkan adalah penangguhan benefit perdagangan generalized system of preferences (GSP) yang diberikan AS untuk Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mengusulkan agar pemerintah melakukan lobi terhadap pemerintah AS agar tidak ada sanksi dagang yang diterima Indonesia.

"Saya sarankan pemerintah Indonesia menyambut positif dan mengajak IIPA dan penggerak kesadaran atas HAKI di Indonesia untuk meningkatkan kampanye HAKI," kata Handito Joewono, Ketua Komite Tetap Ekspor, Kadin Indonesia dihubungi KompasTekno, Selasa (29/1/2020).

Baca juga: Situs Film Bajakan Masih Bisa Diakses, Indonesia Terancam Sanksi AS

"Sembari melobi IIPA dan pemerintah AS agar tidak perlu pakai ancam-mengancam," lanjut Handito.

Lebih lanjut, Handito mengatakan pendekatan persuasif lebih baik dan menguntungkan untuk kedua belah pihak.

Apabila sanksi dagang yang diusulkan IIPA dikabulkan pemerintah AS, maka kegiatan ekspor Indonesia akan merugi. Terutama para eksportir yang menggunakan fasilitas GSP.

Sebab, melalui skema GSP ini, mereka akan mendapat keringanan atau tanpa bea masuk (competitive advantage) untuk memasuki pasar AS dibanding produk serupa di negara lain.

Dirangkum dari Kontan, saat ini pemanfaatan tarif preferensi GSP oleh para pelaku usaha mencapai 836 produk dari total 3.572 produk. Dengan fasilitas GSP ini, tarif ekspor Indonesia ke AS menjadi lebih rendah.

Sebagai gambaran, tahun 2018 lalu, nilai tarif ekspor yang semula Rp 18,4 miliar dollar AS turun menjadi Ro 2,1 miliar dollar AS saja.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X