Indonesia Diancam Sanksi Dagang AS karena Film Bajakan, Ini Saran KADIN

Kompas.com - 29/01/2020, 11:47 WIB

Sebagai gambaran, tahun 2018 lalu, nilai tarif ekspor yang semula Rp 18,4 miliar dollar AS turun menjadi Ro 2,1 miliar dollar AS saja.

"Kita ingin agar hambatan terhadap ekspor Indonesia, meskipun kecil, bisa terus dikurangi karena kita ingin mengoptimalkan potensi perdagangan global khususnya ekspor," ujar Handito.

Sementara itu, Semuel Abrijani, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mengatakan pemberantasan situs streaming film atau musik ilegal tidak bisa dilakukan satu pihak saja.

Pria yang akrab disapa Semmy itu mengatakan, pihak-pihak terkait, termasuk mesin pencari, hosting, serta aparat penegak hukum lintas negara harus bekerja sama memberantas pembajakan.

Baca juga: Riset: 63 Persen Konsumen Online Indonesia Streaming Video Bajakan

"Pelakunya mungkin saja orang Indonesia, tapi mereka hosting layanannya di luar Indonesia. Belum lagi meraka juga beriklan di mesin pencari untuk mempopulerkan layan ilegal mereka", kata Semmy.

Ia juga mengatakan bahwa Kominfo telah bekerja sama dengan beberapa asosiasi, baik di dalam maupun luar negeri untuk menuntaskan isu pembajakan ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pembajakan bukanlah isu baru di Indonesia. Masalah tersebut hanya bertransformasi lewat platform yang berbeda dari tahun ke tahun.

Ari Juliano Gema, Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengatakan, kecanduan mengonsumsi konten bajakan memang masih menjadi masalah besar karena terkait dengan kebiasaaan.

Kampanye anti-pembajakan pun sudah dilakukan sejak berdirinya Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang saat ini melebur ke Kementerian Pariwisata.

"Secara umum saat ini orang sudah mulai menyadari untuk menggunakan produk orisinil. Cuma memang belum ada survei untuk memastikan hal itu," kata Ari dihubungi KompasTekno.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.