Hindari Virus Corona, Facebook dan Razer Larang Karyawan ke China

Kompas.com - 29/01/2020, 18:45 WIB
Gambar yang diambil pada 20 November 2017 ini menunjukkan logo Facebook, layanan media sosial yang berbasis di Amerika Serikat. AFP PHOTO/LOIC VENANCEGambar yang diambil pada 20 November 2017 ini menunjukkan logo Facebook, layanan media sosial yang berbasis di Amerika Serikat.

KOMPAS.com - Virus Corona menjadi momok bagi dunia saat ini. Laporan terakhir menyebut 132 orang meninggal dunia akibat virus yang berasal dari Wuhan, China itu.

Beberapa perusahaan teknologi pun memberlakukan aturan bagi para pegawainya untuk tidak berpergian ke China. Facebook, Razer, dan LG adalah beberapa di antaranya.

Perusahaan jejaring sosial, Facebook melarang pegawai non-esensial atau yang tidak memiliki kepentingan untuk melawat ke China. Untuk pegawai yang baru saja tiba dari China, Facebook meminta agar bekerja dari rumah.

Meski layanan Facebook tidak bisa diakses di China bukan berarti mereka tidak memiliki kepentingan di sana sama sekali.

Facebook memiliki kantor di China dan memiliki sejumlah pegawai yang mengurusi pasokan komponen produksi headset virtual reality, Oculus yang dibuat anak perusahaannya, Oculus VR.

Kebijakan serupa juga diberlakukan pridusen ponsel gaming Razer kepada karyawannya.

"Perusahaan kami telah melarang pegawai untuk melakukan perjalanan (ke China) dan mengimbau untuk bekerja di rumah," jelas perwakilan Razer, sebagaimana KompasTekno rangkum dari The Verge, Rabu (29/1/2020).

Baca juga: Dua Kompetisi Game Ditunda Gara-gara Wabah Virus Corona

Sama seperti Facebook dan beberapa perusahaan teknologi AS lainnya, Razer juga memasok komponen dari China sehingga harus memiliki perwakilan di sana untuk memastikan rantai pasokan berjalan lancar.

Tidak hanya perusahaan asal AS, LG yang berbasis di Korea Selatan, juga memberlakukan aturan yang sama. Pegawai LG yang berada di China, diimbau untuk segera kembali ke Korea Selatan sesegera mungkin.

Sementara itu, pabrik Samsung dan Foxconn di Kota Suzhou, yang terletak di sebelah barat kota Shanghai, telah ditutup oleh pemerintah China untuk meminimalisir dampak pesebaran virus Corona.

Baca juga: Hoaks Virus Corona Merebak, Ini Imbauan Menkominfo

Berbeda dengan Facebook dan Razer yang terang-terangan melarang pegawainya pergi ke China, Amazon mengatakan hanya mengikuti imbauan Badan Kesehatan Dunia (WHO) tanpa memberi penjelasan secara detail.

Sedangkan perusahaan lain, seperti Apple, Kingston HyperX, Google, atau Microsoft belum memberikan tanggapan.

Menurut laporan dari CNBC, hingga Rabu (29/1/2020), ada 5.974 kasus terkonfirmasi di China dan 132 orang meninggal dunia akibat virus tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber The Verge
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X