Regulasi IMEI Ponsel BM Bikin Konsumen Pilih Beli iPhone Resmi

Kompas.com - 29/01/2020, 19:31 WIB
Kamera Belakang di iPhone 11 Pro. KOMPAS.com/Bill ClintenKamera Belakang di iPhone 11 Pro.
Penulis Bill Clinten
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penjualan trio iPhone 11, iPhone 11 Pro, dan iPhone 11 Pro Max diklaim sangat positif di Indonesia. 

Menurut Erajaya Group yang menaungi sejumlah Apple Premium Reseller (APR), deretan ponsel terbaru besutan Apple ini laku keras lantaran waktu peluncurannya di Tanah Air semakin cepat dan promo yang ditawarkan semakin menarik. 

Namun selain itu, Direktur Marketing Komunikasi PT Erajaya Swasembada Tbk., Djatmiko Wardoyo, juga menyinggung soal adanya regulasi pengendalian ponsel black market lewat IMEI yang turut memberi dampak pada konsumen di Indonesia.

Menurut Djatmiko, regulasi pemblokiran IMEI ponsel ilegal adalah faktor eksternal. Faktor ini tidak dianggap sebagai alasan utama terkait tingginya penjualan trio iPhone 11 di Indonesia.

Baca juga: Kominfo Uji Coba Pengendalian Ponsel BM Lewat IMEI Februari 

Bahkan, pihak Apple pun tidak mau jika aturan IMEI ini dikategorikan sebagai alasan yang kuat terkait penjualan positif ponsel terbarunya di Indonesia.

Djatmiko Wardoyo, Direktur Marketing Komunikasi PT Erajaya Swasembada Tbk setelah setelah penjualan perdana iPhone 11 di iBox Central Park Mall, Jakarta Barat.
KOMPAS.com/Wahyunanda Kusuma Pertiwi Djatmiko Wardoyo, Direktur Marketing Komunikasi PT Erajaya Swasembada Tbk setelah setelah penjualan perdana iPhone 11 di iBox Central Park Mall, Jakarta Barat.

Kendati demikian, secara pribadi, Djatmiko mengaku aturan IMEI ini memang sudah terasa dampaknya pada konsumen.

"Kalau dari Apple sendiri, mereka tidak menganjurkan itu (aturan IMEI) dijadikan satu alasan khusus, itu kan faktor eksternal, makanya kami abaikan," ujar pria yang akrab disapa Koko ini kepada KompasTekno di Mal Central Park, Jakarta Barat, Selasa (28/1/2020).

Dia bercerita bahwa ada beberapa kerabatnya yang rela menunggu beberapa bulan karena takut iPhone 11 yang dibeli di luar negeri tidak bisa dipakai ketika aturan IMEI efektif.

"Ada ketakutan atau kekhawatiran kalau mereka investasi belasan juta nanti iPhone-nya mati (tidak bisa dipakai)," jelas Djatmiko.

Pada saat peluncuran trio iPhone 11 di Indonesia 6 Desember lalu, Djatmiko juga sempat menyebut bahwa aturan IMEI menjadi sebuah indikasi mengapa peminat ponsel terbaru Apple itu rela antre.

Baca juga: Aturan IMEI Bikin Peminat iPhone 11 di Indonesia Rela Menunggu

Tak hanya iPhone, Ia pun sempat menuturkan bahwa regulasi pembatasan ponsel ilegal lewat IMEI juga membuat para dealer atau pedagang ponsel mulai mempertimbangkan untuk mengurangi stok ponsel BM.

"Mereka tidak mau nantinya dikomplain konsumen yang terlanjur membeli (ponsel BM)," ujar Djatmiko kala itu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X