Hasil Pengujian Kamera Redmi Note 8 Pro versi DxOMark

Kompas.com - 30/01/2020, 13:14 WIB
Modul kamera belakang Redmi Note 8 Pro varian Pearl White. Terdiri dari kamera utama 64 MP, ultra wide 8 MP, depth sensor 2 MP, dan makro 2 MP. Selain kamera, tedapat panel pemindai sidik jari. Kompas.com/Wahyunanda KusumaModul kamera belakang Redmi Note 8 Pro varian Pearl White. Terdiri dari kamera utama 64 MP, ultra wide 8 MP, depth sensor 2 MP, dan makro 2 MP. Selain kamera, tedapat panel pemindai sidik jari.
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Saat diperkenalkan beberapa waktu lalu, salah satu fitur andalan smartphone Redmi Note 8 Pro dari Xiaomi adalah kamera utama dengan resolusi 64 megapiksel.

Namun, angka resolusi tinggi tersebut tak selalu berarti kualitas kameranya tinggi pula. Setidaknya itulah yang disimpulkan oleh situs benchmark perangkat kamera DxOMark.

Dalam salah satu pengujian terbaru DxOMark, Redmi Note 8 Pro hanya meraih skor total sebesar 84 poin.

Nilai tersebut berada di bawah beberapa ponsel kelas menengah lain seperti Samsung Galaxy A50 dan Nokia 7.2.

Baca juga: Kamera 64 Megapiksel Redmi Note 8 Pro, Berguna atau Cuma Gimmick?

Soal penilaian kualitas foto Redmi Note 8 Pro, DxOMark antara lain menyoroti rentang dynamic range yang terbatas sehingga detil di area terang (highlights) bisa tak tertangkap ketika memotret dengan kondisi cahaya berkontras tinggi.

"Selain itu, ada pergeseran warna (hue) di dekat area highlights yang mengalami clipping, seperti misalnya di langit biru," tulis DxOMark dalam laporan hasil pengujian Redmi Note 8 Pro.

Ponsel ini turut dibekali tiga kamera lain di samping kamera utama 64 megapiksel, yakni kamera ultra wide 8 megapiksel (f/2.2), kamera makro 2 megapiksel, dan kamera depth sensor 2 megapiksel.

Ringkasan skor penilaian kamera Xiaomi Redmi Note 8 Pro oleh DxOMark DxOMark Ringkasan skor penilaian kamera Xiaomi Redmi Note 8 Pro oleh DxOMark

Baca juga: Spesifikasi Lengkap Serta Harga Redmi Note 8 dan Note 8 Pro di Indonesia

DxOMark menilai bahwa Redmi Note 8 Pro sanggup menghasilkan simulasi bokeh yang berkualitas baik, tapi penilaian zoom jarak jauhnya rendah karena memang tidak ada kamera dengan lensa telefoto.

"Meski punya sensor resolusi tinggi, hasil jepretannya kekurangan detil. Ini menjadi semakin buruk dalam kondisi indoor," lanjut DxOMark, seperti dihimpun KompasTekno, Rabu (29/1/2020).

Meski begitu, tetap ada catatan positif untuk Redmi Note 8 Pro. Fitur electronic video stabilization disebut efektif meredam goyangan saat merekam video.

Baca juga: Xiaomi Potong Harga Redmi 8 dan Redmi Note 8

Lagipula, Redmi Note 8 Pro adalah smartphone kategori budget dengan harga relatif terjangkau.

Jadi, wajar saja kalau kameranya tak sanggup bersaing dengan model-model high end dengan banderol berkali-kali lipat lebih tinggi.

"Kalau Anda bisa menerima kekurangannya, Xiaomi Redmi Note 8 Pro bisa memberikan kamera yang baik untuk ukuran uang yang dikeluarkan," tutup DxOMark.

Hasil pengujian Redmi Note 8 Pro oleh DxOMark selengkapnya dapat dilihat di tautan berikut. Untuk mengetahui peringkat smartphone lainnya, dapat dilihat melalui tautan berikut ini.



Sumber DxOMark
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X