Jack Ma Donasi Rp 196 Miliar untuk Kembangkan Vaksin Virus Corona

Kompas.com - 30/01/2020, 17:47 WIB
CEO Alibaba Group Jack Ma (tengah) menyemarakkan Upacara Penutupan Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/2018).  ANTARA FOTO/INASGOC/WahyudinCEO Alibaba Group Jack Ma (tengah) menyemarakkan Upacara Penutupan Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/2018).

KOMPAS.com - Pendiri Alibaba, Jack Ma, mendonasikan sebanyak 100 juta yuan (Rp 196,98 miliar) untuk pengembangan vaksin virus Corona atau 2019-noCoV. Bantuan ini diumumkan oleh Alibaba melaui laman Weibo resmi mereka.

Dari total bantuan tersebut, 40 juta yuan (Rp 78,8 miliar) akan disumbangkan untuk lembaga riset Akademi Sains China dan Akademi Teknik China.

"Sisa dana bantuan akan digunakan untuk membantu lembaga riset ilmiah di dalam dan luar negeri ternama, serta para peneliti yang berkerja sama," tulis Alibaba.

Peneliti dari China dan Amerika Serikat kini dilaporkan sedang bekerja sama untuk menemukan vaksin virus mematikan ini.

Menurut Direktur dari National Institute of Allergy and Infection Diseases, Amerika Serikat, vaksin ini baru akan siap sekitar tahun depan.

Bantuan dari pria terkaya di China versi Forbes ini, datang sehari setelah Alibaba mengumumkan akan mendonasikan satu miliar yuan (Rp 1,9 triliun) untuk membeli pasokan obat untuk rumah sakit di Wuhan, Provinsi Hubei, asal mula virus Corona berasal.

Tidak hanya bantuan dana segar, Alibaba juga menawarkan penggunaan teknologi komputasi AI secara gratis bagi lembaga riset untuk membantu menemukan vaksin virus Corona.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Hoaks Virus Corona, dari Bisa Menular Lewat HP Xiaomi hingga Bawang Putih untuk Menyembuhkan

Alibaba bukan satu-satunya perusahaan China yang membantu pengembangan vaksin tersebut. Ada pula perusahaan China lainnya seperti Huawei, Tencent, Baidu, BytDance, dan Meituan-Dianping.

Dirangkum KompasTekno dari CNN, Kamis (30/1/2020), hingga saat ini tercatat ada sebanyak 170 orang meninggal dunia karena virus ini. Data tersebut diperoleh dari Komisi Kesehatan China.

Lebih dari 7.700 kasus terkonfirmasi di China hingga Rabu petang waktu setempat. Jumlah korban meninggal dunia meningkat 30 persen dari hari sebelumnya yang berjumlah 132 orang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber CNN
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.