4 Kantor Google di China Ditutup karena Virus Corona

Kompas.com - 31/01/2020, 09:13 WIB
Ilustrasi: logo Google pada bagian depan kantor Google di kawasan Mountain View, California, Amerika Serikat. Yudha Pratomo/KompasTeknoIlustrasi: logo Google pada bagian depan kantor Google di kawasan Mountain View, California, Amerika Serikat.

KOMPAS.com - Google terpaksa menutup sementara empat kantornya di China, serta di Hong Kong dan Taiwan, menyusul merebaknya wabah virus corona.

Penutupan kedua kantor Google itu diawali menjelang saat liburan Tahun Baru Imlek, namun diperpanjang karena adanya regulasi dari pemerintah lokal China.

Pihak Google juga telah menerbitkan larangan perjalanan bisnis ke negara-negara China. Selain itu, karyawan yang saat ini bepergian ke luar China, diminta untuk tetap bekerja dari rumah selama setidaknya 14 hari setelah tanggal kepergian mereka.

Walau mesin pencari Google tidak dapat beroperasi di China, namun Google tetap hadir di negara tersebut, untuk memantau produksi hardware seperti ponsel Pixel, dan speaker pintar Google Home di pabrik China, serta menjaga hubungan dengan pemasok mereka.

Baca juga: Jack Ma Donasi Rp 196 Miliar untuk Kembangkan Vaksin Virus Corona

Tak tinggal diam, Google mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah untuk turut serta menanggulangi virus corona.

Diketahui Google telah membantu pasokan medis dengan mengeluarkan dana sebesar 250.000 dollar AS atau sekitar Rp 3,4 miliar kepada Palang Merah China. Selain itu Google juga telah melakukan kampanye internal dan menggalang dana sebanyak 500.000 dollar AS atau setara dengan Rp 6,8 miliar.

Nampaknya, tak hanya Google yang merasakan imbas dari penyebaran virus corona. Perusahaan teknologi lain seperti Apple dilaporkan juga bersiap menghadapi kurangnya suplai ponsel-ponsel iPhone dari pabrik di China.

CEO Apple Tim Cook mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang memantau situasi dengan cermat.

Baca juga: Virus Corona Ganggu Produksi iPhone 9 dan AirPods

Apple juga mengatakan telah menutup setidaknya satu toko ritelnya di China dan telah mengambil langkah pencegahan dengan mengukur suhu karyawannya secara teratur dan secara intensif menjaga kebersihan kantor.

Hingga saat ini diketahui di China terdapat 6.000 kasus virus corona dan telah memakan 130 korban jiwa. Virus corona sendiri diyakini berasal dari Wuhan, China.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber The Verge
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X