Jumlah Pelanggan Layanan Amazon Prime Tembus 150 Juta

Kompas.com - 31/01/2020, 19:05 WIB
Ilustrasi pengguna menonton Amazon Prime Video TheInquirerIlustrasi pengguna menonton Amazon Prime Video
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - Jumlah pengguna berbayar layanan streaming Amazon Prime, terus tumbuh. Pelanggan berbayar layanan milik Amazon tersebut kini sudah mencapai lebih dari 150 juta orang.

Angka itu terungkap dalam laporan keuangan kuartal empat (Q4) 2019 Amazon. CEO Amazon, Jeff Bezos mengatakan bahwa hal tersebut dipicu karena kualitas Amazon Prime yang terus membaik dari tahun ke tahun.

"Konsumen pun meresponnya dengan lebih banyak pelanggan baru di kuartal ini (Q4) dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya, dan kami sekarang punya lebih dari 150 juta anggota Amazon Prime di seluruh dunia," ungkap Bezos.

Kendati demikian, tidak disebutkan secara rinci berapa angka pertumbuhan jumlah pelanggan Amazon Prime di kuartal keempat dibandingkan kuartal sebelumnya.

Namun, pada April 2018 silam, pihak Amazon sempat menyebut bahwa pelanggan Amazon Prime telah menembus angka 100 juta subscriber.

Baca juga: Pelanggan Netflix Bertambah 8 Juta dalam 4 Bulan

Artinya dalam waktu kurang dari dua tahun, pengguna layanan premium ini bertambah setidaknya sebanyak 50 juta pelanggan.

Tak mengherankan jika pelanggan Amazon Prime terus bertambah. Sebab, pada bulan September lalu layanan tersebut baru saja tersedia di negara Brasil.

Negara yang biasa dijuluki "Negari Samba" ini juga diklaim memiliki pertumbuhan pelanggan baru tercepat sepanjang sejarah Amazon Prime.

Selain itu, untuk mendongkrak angka pengguna baru, pihak Amazon turut menghadirkan program menarik bagi pelanggan Amazon Prime.

Salah satunya adalah keuntungan gratis berlangganan layanan pesan antar bahan pangan (Amazon Fresh) yang semula dibanderol 15 dollar AS (Rp 204.675) per bulan.

Baca juga: Bayar Langganan Amazon Prime Video di Indonesia Bisa dengan GoPay

Ada pula program pengiriman kilat satu hari (one-day shipping) dan pengiriman di hari yang sama (same-day delivery) yang disebut juga menyumbang jumlah pelanggan baru Amazon Prime.

Dirangkum KompasTekno dari The Verge, Jumat (31/1/2020), Amazon juga mencatat keuntungan yang perusahannya raup di Q4 2019.

Secara keseluruhan, pendapatan Amazon di Q4 2019 mencapai 87,4 miliar dollar AS, meningkat 21 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (72,4 miliar dollar AS).

Sementara keuntungan bersih yang mereka dapat di Q4 2019 ini mencapai 3,3 miliar dollar AS, meningkat pula dibanding keuntungan bersih 3 miliar dollar AS pada periode yang sama tahun 2018.

Layanan ini juga sudah hadir di Indonesia sejak 2016 lalu. Selain menggunakan kartu kredit dan debit, pelanggan Amazon Prime Video juga bisa melakukan pembayaran lewat mekanisme potong pulsa dan e-wallet GoPay.

Harga langganan Prime Video adalah Rp 85.000 per bulan. Untuk pelanggan baru, Amazon Prime memberikan masa percobaan secara gratis selama 7 hari.

Dalam masa ini, pengguna dapat menikmati film dan serial TV layaknya sedang berlangganan secara premium. Setelah masa percobaan gratis selesai, pengguna akan dikenakan biaya langganan sebesar Rp 85 ribu untuk periode 30 hari.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X