Huawei Dikabarkan Ingin Putus Hubungan dengan Google

Kompas.com - 01/02/2020, 08:05 WIB
Beberapa aplikasi Google terpasang di ponsel Huawei Mate 30 Pro. KOMPAS.com/ OIK YUSUFBeberapa aplikasi Google terpasang di ponsel Huawei Mate 30 Pro.

KOMPAS.com - Sudah lebih dari setengah tahun Huawei masuk ke daftar hitam entity list pemerintah AS sebagai dampak perang dagang antara negara tersebut dengan China

Huawei pun dilarang melakukan hubungan bisnis dengan perusahaan asal Amerika Serikat, termasuk Google. Akibatnya, ponsel-ponsel Huawei mulai seri Mate 30 tak bisa lagi menggunakan aplikasi dan layanan Google, seperti PlayStore atau Gmail.

Baru-baru ini Huawei sempat mengatakan akan benar-benar putus hubungan dari Google Mobile Service (GMS) -meskipun ketegangan AS-China mereda dan pemblokiran dicabut- untuk sepenuhnya menggunakan ekosistem Huawei Mobile Service ( HMS) buatan sendiri.

Baca juga: Huawei Gandeng TomTom Garap Peta Digital Pengganti Google Maps

Pernyataan itu dilontarkan Country Manager Huawei Austria, Fred Wangfei yang dimuat dalam laporan media Austria, Der Standard.

Dalam laporan tersebut, Wangfei mengatakan perusahaannya ingin lepas dari ketergantungan politik AS. Ia mengatakan, Huawei akan membuat ekosistem sendiri yang akan menjadi pesaing iOS dan Android, dua platform mobile besar saat ini.

Bahkan, dirangkum KompasTekno dari Android Police, Sabtu (1/2/2020), Wangfei mengklaim telah mereplika 24 dari 60 API esensial ke platform HMS. Replika API tersebut dikembangkan 4.000 developer Huawei.

Dibantah

Akan tetapi pernyataan Fred Wangfei itu dibantah oleh Huawei sendiri. Dilaporkan The Verge, perwakilan Huawei mengatakan masih membuka pintu selebar-lebarnya untuk kembali menggunakan GMS seperti sebelum diblokir AS.

"Pilihan pertama kami tetaplah ekosistem Android yang terbuka, termasuk GMS -itulah menjadikan kami vendor nomor dua di dunia dalam angka pengiriman smartphone," jelas juru bicara Huawei.

"Akan tetapi, kalau kami tidak bisa menggunakannya, kami punya kemampuan untuk mengembangkan (ekosistem sendiri)," lanjut Huawei.

Menurut beberapa analis pasar, seperti Canalys, Strategy Analytics, maupun Counterpoint Research, Huawei berhasil menduduki peringkat kedua dalam pengiriman smartphone pada tahun 2019, menggeser kedudukan Apple.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X