CEO IBM Mengundurkan Diri dari Jabatan

Kompas.com - 01/02/2020, 15:16 WIB
FRANKFURT AM MAIN, GERMANY - SEPTEMBER 11: Ginni Rometty, CEO of IBM, speaks during the press days at the 2019 IAA Frankfurt Auto Show on September 11, 2019 in Frankfurt am Main, Germany. The IAA will be open to the public from September 12 through 22. (Photo by Sean Gallup/Getty Images) Sean GallupFRANKFURT AM MAIN, GERMANY - SEPTEMBER 11: Ginni Rometty, CEO of IBM, speaks during the press days at the 2019 IAA Frankfurt Auto Show on September 11, 2019 in Frankfurt am Main, Germany. The IAA will be open to the public from September 12 through 22. (Photo by Sean Gallup/Getty Images)
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - Setelah memimpin bisnis IBM selama kurang lebih 8 tahun, Virginia "Ginni" Rometty (62) yang kini masih menjabat sebagai Ketua Direksi (Chairman), Presiden, dan CEO IBM, menyatakan akan melepas jabatannya pada 6 April mendatang.

Adapun jabatan yang akan ia tanggalkan adalah posisi Presiden dan CEO IBM. Nantinya, kedua posisi tersebut akan diisi oleh dua orang yang berbeda.

Posisi CEO IBM bakal digantikan oleh Arvind Krishna (57) yang saat ini masih menduduki kursi Vice President Cloud and Cognitive Software di IBM.

Sementara posisi Presiden IBM akan diambil alih oleh James Whitehurst (52) yang saat ini menjabat sebagai Senior Vice President di IBM sekaligus CEO Red Hat.

Menurut Rometty, Arvind dan Whitehurst adalah dua orang yang tepat untuk menggantikan posisinya di perusahaan yang Ia nakhodai sejak 2012 itu.

Baca juga: IBM Rampungkan Akuisisi Termahal di Industri Software

"Dia (Arvind) adalah pegiat teknologi cerdas yang telah memegang peranan penting dalam pengembangan teknologi inti yang kami kembangkan, seperti kecerdasan buatan (AI), cloud, komputasi kuantum, dan blockchain," ujar Rometty dalam sebuah rilis yang dilansir PRNewsWire dan dikutip KompasTekno, Jumat (31/1/2020).

"Jim (Whitehurst) juga seorang pemimpin berpengalaman yang telah memposisikan Red Hat sebagai penyedia solusi dan layanan perangkat lunak open source untuk level enterprise ternama di dunia," imbuh Rometty.

Kendati demikian, Rometty sendiri tak akan langsung pergi begitu saja dari raksasa teknologi tersebut.

Ia akan tetap berperan sebagai Executive Chairman di IBM untuk memantau jalannya perusahaan tersebut hingga akhir tahun ini.

Baca juga: Deretan Akuisisi Perusahaan Teknologi Fenomenal Selama Satu Dekade

Rencananya, Rometty akan pensiun dari IBM pada akhir 2020, atau kurang lebih setelah 40 tahun sejak pertama kali bergabung dengan IBM pada 1981.

Sebagai informasi, di bawah kepemimpinan Rometty, IBM berhasil mengakuisisi 65 perusahaan dan sukses memantapkan kepemimpinannya di beragam ranah teknologi, seperti cloud, security, data, AI, dan sebagainya.

Rometty juga sukses menjadikan IBM sebagai perusahaan dengan akuisisi terbesar dalam sejarah yang berhasil mencaplok perusahaan penyedia perangkat lunak open source Red Hat pada 2018 lalu dengan angka fantastis, yakni 34 miliar dollar AS (sekitar Rp 517 triliun).

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber PRNewswire

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X