Warga China yang Mengkritik Penanganan Virus Corona Bisa Dipenjara

Kompas.com - 02/02/2020, 17:14 WIB
Sejumlah petugas karantina kesehatan memeriksa penumpang di kedatangan terminal 2 Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur, Kamis (30/1/2020). Kantor Kesehatan Pelabuhan kelas 1 Surabaya wilayah kerja bandara Juanda meningkatkan kewaspadaan dengan memasang alat pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner) dan menyiapkan Kapsul evakuasi atau isolation chamber untuk mengantisipasi masuknya virus corona baru yang berasal dari China ke wilayah Indonesia. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/aww.
ANTARA FOTO/Umarul FaruqSejumlah petugas karantina kesehatan memeriksa penumpang di kedatangan terminal 2 Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur, Kamis (30/1/2020). Kantor Kesehatan Pelabuhan kelas 1 Surabaya wilayah kerja bandara Juanda meningkatkan kewaspadaan dengan memasang alat pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner) dan menyiapkan Kapsul evakuasi atau isolation chamber untuk mengantisipasi masuknya virus corona baru yang berasal dari China ke wilayah Indonesia. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/aww.

KOMPAS.com - Pihak otoritas China akan menindak tegas oknum yang memberi komentar negatif di media sosial dan menyebarkan informasi palsu mengenai penanganan virus corona di negara tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, jika terbukti melanggar, pelaku tersebut akan dikenakan hukuman tujuh tahun penjara.

Dihimpun KompasTekno dari Vice, Minggu (2/1/2020), Otoritas China beberapa waktu lalu telah meminta salah satu media massa untuk menghapus artikel yang berisi dampak negatif wabah virus corona terhadap ekonomi di China.

Artikel yang diterbitkan oleh Sanlian Life Week, menulis berita mengenai kemungkinan yang akan terjadi pada ekonomi China, jika Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan virus corona di Wuhan sebagai darurat kesehatan global.

Baca juga: Jack Ma Donasi Rp 196 Miliar untuk Kembangkan Vaksin Virus Corona

Kabar itu pun bocor dan diketahui oleh tim dari situs web berita China yang berbasis di California, yaitu China Digital Times.

Mereka menganggap bahwa hal itu hanyalah upaya Beijing untuk menyensor kritik terhadap wabah penyebaran virus corona tersebut. Diketahui Beijing sangat optimis untuk menghindari terulangnya kejadian krisis SARS pada 2003.

Pasalnya pada saat itu, negara mendapat banyak kritikan lantaran dinilai lamban dalam menangani wabah dari virus tersebut.

Pada Rabu (29/1/2020), Organisasi Kesehatan Dunia mengapresiasi pemerintah China karena dianggap sukses menindak belasan pengguna media sosial yang menyebarkan informasi palsu (hoaks) terkait virus corona.

Baca juga: Hoaks Virus Corona, dari Bisa Menular Lewat HP Xiaomi hingga Bawang Putih untuk Menyembuhkan

Dilaporkan bahwa salah satu dari yang ditangkap adalah seorang dokter yang menyebarkan informasi palsu melalui platform WeChat.

Tak hanya itu, polisi di kota pelabuhan Tianjin dikabarkan menahan seorang pria selama
10 hari karena mempublikasikan pidato kontroversial, dan menghina pihak medis yang dibagikannya melalui aplikasi percakapan WeChat.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Vice
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X