Kompas.com - 03/02/2020, 11:31 WIB
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Setelah sempat tertunda dari rencana awal pada Desember lalu, Pemerintah pekan lalu telah mengajukan draft RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP) ke DPR.

Rancangan undang-undang tersebut memuat serangkaian ketentuan soal bagaimana data pribadi harus diproses, digunakan, dan dilindungi, termasuk pidana atas pelanggaran yang dilakukan oleh perorangan maupun korporasi.

Berdasarkan penelusuran KompasTekno atas Draft final RUU PDP yang memuat 15 bab dan 72 pasal, salah satu hukuman terberat diberlakukan untuk individu yang secara sengaja menyalahgunakan data pribadi orang lain untuk keperluan yang melawan hukum,

Sebagaimana tertuang dalam Bab XIII Pasal 61 ayat 3. Ancaman pidana untuk perbuatan semacam ini adalah denda paling banyak Rp 70 miliar, atau pidana penjara paling lama 7 tahun.

Baca juga: RUU PDP, Sebarkan Data Pribadi Orang Lain Bakal Didenda Rp 20 Miliar

Pasal yang sama memuat ketentuan pidana untuk pencurian data pribadi, yakni orang yang sengaja memperoleh atau mengumpulkan data pribadi bukan miliknya dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain.

Ancaman pidananya, berdasarkan Pasal 61 ayat 1, adalah denda maksimal Rp 50 miliar atau penjara paling lama 5 tahun.

Sementara itu, orang yang dengan sengaja menyebarkan data pribadi yang bukan miliknya dapat menerima pidana penjara hingga 2 tahun atay denda paling banyak Rp 20 miliar.

Lebih lanjut, pasal 64 ayat 1 memuat ketentuan untuk pelanggaran berupa pemalsuan data pribadi untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain. Ancaman pidananya penjara hingga 6 tahun atau denda maksimal Rp 60 miliar.

Kemudian, di ayat berikutnya, penjualan atau pembelian data pribadi diancam pidana penjara hingga 5 tahun atau denda hingga Rp 50 miliar.

Di samping pidana-pidana di atas, pelanggar juga bisa dijatuhi pidana tambahan berupa perampasan keuntungan dan/ atau harta kekayaan yang diperoleh dari tindak pidana dan pembayaran ganti kerugian.

Baca juga: ELSAM: Harus Ada Pengawas UU PDP di Luar Pemerintah

Draft RUU PDP mendefinisikan data pribadi sebagai tiap data tentang seseorang, baik yang teridentifikasi dan/atau dapat diidentifikasi secara tersendiri atau dikombinasi dengan informasi lainnya, baik secara langung maupun tidak langsung melalui sistem elektronik dan/ atau non-elektronik.

Ada dua jenis data pribadi, yakni yang bersifat umum dan spesifik. Data pribadi umum meliputi:

  • Nama lengkap,
  • Jenis kelamin,
  • Kewarganegaraan,
  • Agama, dan/ atau
  • Data pribadi yang dkombinasikan untuk mengindentifikasi seseorang.

Data pribadi spesifik meliputi:

  • Data dan informasi kesehatan,
  • Data biometrik, data genetika,
  • Dehidupan/ orientasi seksual,
  • Pandangan politik,
  • Catatan kejahatan,
  • Data anak,
  • Data keuangan pribadi, dan/ atau
  • Data lainnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

RUU PDP masih harus melalui pembahasan di DPR sehingga kemungkinan bisa ada poin-poin yang berubah dari draft awal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persebaran Ransomware Naik 180 Persen, Target Utamanya Pengguna Windows

Persebaran Ransomware Naik 180 Persen, Target Utamanya Pengguna Windows

Internet
Viral di Medsos, Ini Link dan Cara Menggunakan ChatGPT buat Jawab Aneka Pertanyaan

Viral di Medsos, Ini Link dan Cara Menggunakan ChatGPT buat Jawab Aneka Pertanyaan

Internet
Xiaomi Bakal Rilis PC Desktop Pesaing Mac Mini?

Xiaomi Bakal Rilis PC Desktop Pesaing Mac Mini?

Hardware
Telkomsel Rezeki Sakti, Beli Paket Internet Bonus Voucher Gopay, Shopee, dll

Telkomsel Rezeki Sakti, Beli Paket Internet Bonus Voucher Gopay, Shopee, dll

e-Business
Apa Itu Zenly, Aplikasi yang Mau Ditutup Saat Tengah Naik Daun?

Apa Itu Zenly, Aplikasi yang Mau Ditutup Saat Tengah Naik Daun?

Software
Samsung Sebar OneUI 5 untuk Galaxy A13 5G, Galaxy A51 5G, dan XCover 5

Samsung Sebar OneUI 5 untuk Galaxy A13 5G, Galaxy A51 5G, dan XCover 5

Software
Apa Itu ChatGPT, Kecerdasan Buatan dari OpenAI yang Ramai di Medsos

Apa Itu ChatGPT, Kecerdasan Buatan dari OpenAI yang Ramai di Medsos

Software
10 Rekomendasi Laptop Harga Rp 3 Jutaan

10 Rekomendasi Laptop Harga Rp 3 Jutaan

Gadget
Link Pendaftaran Volunteer Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia dan Syaratnya

Link Pendaftaran Volunteer Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia dan Syaratnya

e-Business
Samsung Tunjuk Lee Young-hee Jadi Presiden Wanita Pertama Perusahaan

Samsung Tunjuk Lee Young-hee Jadi Presiden Wanita Pertama Perusahaan

e-Business
Produksi iPhone 14 Pro Kembali Normal Akhir Desember

Produksi iPhone 14 Pro Kembali Normal Akhir Desember

e-Business
Futurismo 2023: Apa yang Ditawarkan Disrupsi?

Futurismo 2023: Apa yang Ditawarkan Disrupsi?

Internet
Misteri Kematian 3 Bos Kripto dalam Waktu Berdekatan

Misteri Kematian 3 Bos Kripto dalam Waktu Berdekatan

e-Business
Selisih Harga Rp 600.000, Ini Perbandingan Spesifikasi Xiaomi 12T Vs Xiaomi 11T

Selisih Harga Rp 600.000, Ini Perbandingan Spesifikasi Xiaomi 12T Vs Xiaomi 11T

Gadget
[POPULER TEKNO] - Rencana Elon Musk Pasang Chip di Otak Manusia | Ramai Soal ChatGPT dari OpenAI | Android TV 13 Resmi Diumumkan

[POPULER TEKNO] - Rencana Elon Musk Pasang Chip di Otak Manusia | Ramai Soal ChatGPT dari OpenAI | Android TV 13 Resmi Diumumkan

Internet
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.