Apple Tutup Semua Toko di China

Kompas.com - 03/02/2020, 18:50 WIB
Ilustrasi logo Apple di depan Apple Store Beijing KOMPAS.com/Bill ClintenIlustrasi logo Apple di depan Apple Store Beijing

KOMPAS.com - Apple menutup seluruh gerai fisik Apple Store di China hingga 9 Februari 2020 mendatang.

Langkah ini dilakukan setelah muncul imbauan dari beberapa pakar kesehatan, untuk meminimalisasi dampak persebaran virus 2019-nCoV atau Corona.

Persebaran virus Corona juga mengancam distribusi AirPods dan iPhone SE 2 yang kabarnya akan bernama iPhone 9. Sebab, beberapa komponen iPhone dan AirPods diimpor dari China.

Selain itu, pemerintah China pun mengimbau agar penduduknya berdiam diri di rumah untuk menghindari dampak virus Corona. Hal ini merupakan langkah antisipasi agar persebaran virus corona dapat ditekan. 

Meski seluruh gerai fisiknya ditutup, kebijakan tersebut ini tak memengaruhi penjualan perangkat Apple lewat jalur online. Apple Store online, masih tetap beroperasi dan dibuka.

Apple juga dikabarkan akan mulai memproduksi secara masal iPhone 9 pada bulan Februari dan akan meluncurkannya sekitar bulan Maret mendatang. Namun keberadaan virus corona disebut akan membuat produksi tersebut sedikit terhambat.

Baca juga: Wabah Corona Ganggu Produksi Layar Televisi dan Laptop

Namun, dirangkum KompasTekno dari GSM Arena, Senin (3/2/2020), salah satu pabrikan pemasok komponen Apple, Foxconn yang pabrik terbesarnya berlokasi di Shenzen, China, membantah kekhawatiran tersebut.

Foxconn memastikan akan melanjutkan proses produksi dan memenuhi permintaan global, termasuk klien utamanya, Apple.

"Foxconn memantau semua larangan ketat dari pihak kesehatan terkait adanya virus Corona dan kami menerapkan semua praktik kesehatan dan kebersihan yang direkomendasikan untuk semua aspek operasional kami di pasar yang terkena dampak," ujar salah satu perwakilan Foxconn, dikutip dari The Verge.

Hingga saat ini, korban meninggal akibat virus Corona semakin bertambah dan semakin banyak kasus yang tercatat di luar China. Laporan New York Times menyebut, hingga Senin (3/2/2020), korban meninggal dunia akibt virus Corona tembus 360 jiwa di China.

Baca juga: 4 Kantor Google di China Ditutup karena Virus Corona

Sebanyak 2.000 kasus baru terkait Corona tercatat di negara tersebut. Menurut Badan Kesehatan Dunia dan pemerintah China, hingga saat ini total kasus virus 2019-nCoV mencapai 17.205 kasus di China.

Meluasnya sebaran virus Corona membuat pemerintah Kota Wuhan, asal mula virus tersebut, memperluas area karantina.

Kabar terbaru mencatat korban virus Corona dari Filipina, meninggal dunia pada Minggu (2/2/2020). Itu adalah kasus meninggal dunia pertama yang berasal dari luar China.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber The Verge
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X