Twitter "Buramkan" Kicauan dengan Foto atau Video Tertentu

Kompas.com - 05/02/2020, 19:20 WIB
Ilustrasi akun Twitter CNNIlustrasi akun Twitter
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - Platform jejaring sosial Twitter berencana untuk menggelontorkan sebuah kebijakan baru guna memerangi peredaran konten hoaks di platformnya.

Berdasarkan informasi di blog dan twit dari akun Twitter Safety (@TwitterSafety), kebijakan ini bakal dituangkan lewat pemberian label pada twit yang berisi foto atau video yang dianggap telah dimanipulasi dan membahayakan pengguna lain.

Nantinya, seperti bisa dilihat di twit di atas, konten yang dianggap palsu oleh Twitter bakal diburamkan dan ditandai dengan label "Manipulated media".

Pengguna lantas bisa mengklik label tersebut untuk mengetahui alasan konten tersebut tidak bisa dilihat.

Apabila twit yang sudah ditandai ini di-retweet atau di-like oleh pengguna, Twitter akan memberikan peringatan bahwa unggahan tersebut memang hoaks sembari menyertakan alasannya.

Untuk menelusuri apakah foto atau video palsu dalam sebuah twit berbahaya, Twitter sendiri mengandalkan fitur Moments, sebuah halaman yang merangkum sejumlah twit tepercaya yang telah dikurasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari situ, pihak Twitter akan mempertimbangkan apakah twit tersebut tergolong "Manipulated media" yang berbahaya atau bukan.

Adapun twit yang dianggap berbahaya di sini adalah unggahan yang berpotensi bakal merugikan satu pihak atau konten yang disinyalir bakal membahayakan keselamatan pengguna.

Dengan kata lain, twit berisi foto pribadi yang telah diedit atau video guyonan yang dibuat untuk hiburan semata agaknya tidak akan diberi label oleh Twitter, meski masih ada kemungkinan untuk ditandai. 

Baca juga: Akun Resmi Android di Twitter Buka Layanan Konsultasi Masalah OS

Nah, kebijakan penandaan konten hoaks yang digodok Twitter berdasarkan survei ini bakal berlaku mulai 5 Maret mendatang, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari TheVerge, Rabu (5/2/2020).

Kendati demikian, tidak disebutkan apakah kebijakan ini bakal digelontorkan secara merata (global) atau bertahap.

Belum jelas pula apakah Twitter bakal menandai seluruh konten palsu yang sudah diunggah di Twitter (sebelum tanggal 5 Maret) atau justru foto dan video palsu yang diunggah setelah tanggal tersebut.

Baca juga: Hoaks Virus Corona, dari Bisa Menular Lewat HP Xiaomi hingga Bawang Putih untuk Menyembuhkan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.